361
Friday, 18 December 2020 19:04 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

245 KPM di Desa Cidahu Mendapat Bantuan Pangan Non Tunai

245 KPM di Desa Cidahu Mendapat Bantuan Pangan Non Tunai

Bingkaiwarta, CIDAHU - Sebanyak 245 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jumat (18/12/2020).
 
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama kepada Agen E-Warong Ibu Junaah. Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan berupa Beras 10 kg, Telor 0,5 Kg, Kacang Ijo 0,5 Kg, Buah-buahan dan Daging Sapi.
 
Program Sembako ini merupakan program Kementerian Sosial dengan nama sebelumnya adalah BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan sudah berubah dari awal tahun 2020. Program ini, merupakan bantuan Yang diperuntukkan bagi KPM dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah/keluarga miskin.
 
Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada KPM dengan menggunakan sistem perbankan, yang kemudian dapat digunakan untuk memperoleh beras/atau telur di E-Warong, untuk pembelian bahan sumber protein hewani dan nabati lainnya serta sumber vitamin dan mineral sebagaimana yang ditetapkan. Pengembangan jenis bahan pangan yang didapatkan dari program ini akan mampu meningkatkan nutrisi/gizi masyarakat.
 
Bahan pangan yang dapat dibeli oleh KPM di e-Warong menggunakan dana bantuan program Sembako adalah, sumber karbohidrat, seperti beras atau bahan pangan lokal seperti jagung pipilan dan sagu. Sedangkan sumber protein hewani, seperti telur, ayam, dan ikan. Sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sumber vitamin dan mineral, seperti sayur mayur, dan buah-buahan. Pemilihan komoditas bahan pangan dalam program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM, dan e-Warong ini bekerja sama dengan BNI.
 
Bupati Kuningan H. Acep Purnama yang didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Drs. Dudi Budiana mengatakan, Program Sembako adalah pengembangan dari BPNT yang sudah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2019. Melalui penambahan jenis pangan yang diberikan, Program Sembako juga diharapkan bisa mencegah dan menekan angka stunting, serta meningkatkan kebutuhan gizi masyarakat.
 
"Dulu raskin sekarang menjadi Rastra (beras sejahtera). Program ini transformasi bantuan pangan dari pemerintah pusat, sebagai salah satu faktor sebagai penunjang kesejahteraan rakyatnya," ujar Bupati Kuningan.
 
Dijelaskan Bupati, data penerima ini harus tepat dan akurat dalam pendistribusiannya. Sebagai pelaksana kegiatan ini tentunya harus tepat sasaran, tepat jumlah. "Kita harus memilih komiditi yang awet, kita harus mampu juga seragam dalam pendistribusiannya, tepat waktu, harus tepat waktu dalam pendistribusiannya dari hulu ke hilir, harus tepat kualitas yaitu kualitasnya harus baik, harus tepat administrasi, agar program ini bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
 
Selain komoditas sembako seperti telur dan beras, pemerintah akan menambah ragam pangan, di antaranya daging ayam, ikan, dan sayuran. "Kalau tahun lalu komoditas sembakonya hanya untuk beras dan telur, sekarang ditambah lagi dengan daging ayam, ikan, kemudian sayur-sayuran," imbuhnya.
 
Bupati berharap dengan BPNT dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Apalagi, sasaran yang dicapai pemerintah dari penyaluran BPNT adalah menurunkan angka kemiskinan. "Tentunya ini akan bisa meningkatkan kesejahteraan daripada penerima manfaat. Mereka lebih sehat dan mudah-mudahan dengan demikian mereka bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya," pungkasnya. (Abel Kiranti)
KPM Cidahu BPNT Kuningan Sembako

Komentar

Berita Terkait