30 Pemilik LPK Ikuti Workshop Implementasi Kursus Daring Yang Digelar Pemuda Muhammadiyah Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-11-07 17:16:52+07

photo_2019-11-07_17-07-49.jpg

Sekda Kuningan bersama panitia dan peserta workshop implementasi kursus Daring (Manajemen kursus berbasis online) di Lembah Ciremai Restaurant, Kamis (7/11/2019).

 

Kuningan – Sebanyak 30 orang peserta ikuti workshop implementasi kursus Daring (Manajemen kursus berbasis online) bagi Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) di Kabupaten Kuningan yang digelar Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, di Lembah Ciremai Restaurant, Kamis (7/11/2019).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan Sadam Husen menyebutkan, kegiatan worshop yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, serta dihadiri perwakilan Kemendikbud RI Ilham Ramdani itu menampilkan narasumber Rio Kuncoro, dan Praktisi IT Nanang Abdurachman.

“Dihadapan 30 orang pemilik lembaga kursus dan pelatihan di Kuningan narasumber Rion Kuncoro membahas kebijakan strategis pemerintah untuk Lembaga Kursus dan Pelatihan menghadapi pasar bebas dan era revolusi industri 4.0. Sedangkan Praktisi IT Nanang Abdurachman IT Trainer tentang implementasi kelas Daring,” ujar Sadam Husen didampingi Sektetarisnya Eka Hamdani.

Tujuan pelatihan tersebut, kata Sadam, untuk membekali peserta dengan keahlian Digital Marketing atau yang lebih dikenal dengan istilah DARING, mengingat masyarakat kuningan adalah market yang potensial, namun karena terlalu dalam terlena dizona nyaman sehingga melewatkan dan merelakan market itu diambil oleh industri besar yang sudah jauh lebih awal menggarap potensi market melalui Daring.

Sementara, Sekda Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, mengungkapkan, kegiatan ini secara nyata telah ikut membangun generasi muda yang mandiri, kreatif dan berwawasan, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Menurut Sekda, kita harus berusaha memperkuat literasi lama yang hanya mengandalkan baca, tulis, dan matematika dengan literasi baru, diantaranya data literation, kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi dari Big data dalam dunia digital.

“Tecnology literation, kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, meliputi coding dan artifical intellegece (kescerdasan buatan), serta prinsip -prinsip rekayasa, dan Human Literation, merupakan sisi kemanusiaan, komunikasi dan desain kreatif,” ungkap Dian.

Dalam rangka mendukung hal ini, Sekda mengajak kepada lembaga program kursus dan pelatihan sebagai lembaga yang ikut mendukung meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus legal, akuntabilitas, bermutu, profesional, dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis.

Ia menambahkan, Bisnis harus ditunjang dengan skill manajemen online. Karena akan lebih meningkatkan kapasitas kita untuk mencari dan membuka ruang bisnis sehingga berkembang dari waktu ke waktu. (Abel Kiranti/sumber : Bag. Humas Setda Kuningan)

 

15 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories