8 Warga Desa Panawuan Jadi Korban Penipuan Petugas Dinas Kesehatan Gadungan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-02-07 01:10:08+07

8 Warga Desa Panawuan Jadi Korban PS.jpg

Jubaedi, suami Titi, sekaligus Ketua RT 3/2, Dusun 2, Desa Panawuan, Kecamatan Cilimus, saat ditemui BINGKAI WARTA dikediamannya, paska kejadian penipuan.

 

Kuningan – Sebanyak delapan warga Rt. 3/2, Dusun 2, Desa Panawuan, Kecamatan Cilimus, jadi korban penipuan seorang perempuan yang mengaku sebagai pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Minggu (6/2).

Menurut keterangan Titi yang didampingi Jubaedi, suaminya, sekaligus ketua RT setempat, pada awalnya, tepat pukul 10.00 WIB, rumah kediamannya di datangi DD, 45, warga Desa Halimpu, yang memakai pakaian ala PNS dengan membawa kendaraan roda dua tanpa plat nomor, dan mengaku-ngaku sebagai pegawai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.

Setelah sang empunya rumah mempersilahkan masuk, DD mengatakan bahwa dirinya akan melakukan pengobatan bagi penderita kolesterol, asam urat dan darah tinggi secara gratis, bahkan, kata Titi, pasien juga nantinya akan diberikan angpao.

“Saya biasanya kalau ada orang tak dikenal yang datang kerumah dan meminta mau mengadakan demo masak atau sejenisnya juga, tidak pernah saya terima. Tapi ini seperti nurut aja. Terus aja saya persilahkan DD itu masuk dan berbincang, hingga akhirnya saya sepakat untuk mengantarnya berkeliling mencari pasien yang mau di obati secara gratis itu,” kata Titi.

Titi yang memiliki bayi itu, lantas berkeliling bersama DD, memutari lingkungannya dan menawarkan kepada orang-orang sekitar bahwa DD itu akan memberikan pengobatan secara cuma-cuma, dan bahkan akan diberikan angpao jika mau diobati.

“Diperjalanan, saat itu saya masih tidak mencurigai DD, meskipun dirinya yang menunjukan letak rumah siapa-siapa saja yang mesti ikut diobati olehnya, padahal kan dia bukan orang sini, namun pokoknya saya ga ada rasa curiga aja,” tutur Titi kesal.

Sesampainya kembali dirumah, Titi dan DD yang mendapatkan warga sebanyak delapan orang dan akhirnya dilakukan pengobatan gratis oleh pelaku dinas kesehatan gadungan itu, dengan cara melulurkan sejenis cream ke tubuh para korban, dari bagian dada, hingga tangan dan mata di tutupi dengan irisan tomat.

“Sebelum dilakukan luluran, kedelapan orang pasien itu tuh disuruh membuka baju dan perhiasan yang dikenakan di bagian tangan, leher dan telinganya itu. Kemudian dari semua yang diobati tadi, ada empat orang yang kebetulan tidak memakai perhiasan dan yang tiga dilepas kemudian disimpan disamping tubuhnya, lalu seorang lagi di titipkan ke saya,” katanya.

Setelah itu, lanjut Titi, selesai proses lulur dan kesemua orang itu tengah di tutupi matanya dengan irisan tomat, sedangkan dirinya (Titi) masih sibuk mondar-mandir ke kamar karena anaknya yang masih bayi menangis. Kemudian, DD lalu meminta ijin kepada mereka yang terbaring usai di lulur bahwa akan keluar menemui rekan satu profesinya di Rt. 4, yang sedang melakukan hal yang sama juga terhadap warga disana.

“Setelah si DD itu pergi dan agak lama, salah satu warga yang masih di lulur lantas bangun dan meraba perhiasan yang tadi disimpannya. Tapi pas diliat kok ga ada, sontak saja semuanya juga bangun dan melihat perhiasan masing-masing yang juga memang raib dibawa kabur DD, sedangkan seorang lagi yang di titipkan ke saya aman dan tidak terambil” ungkapnya.

Semua pasien luluran yang panik, termasuk pemilik rumah, lantas bergegas mengejar DD ke Rt. 4, dan ternyata setelah ditanyakan keberadaan pelaku disana dan tidak ada, mereka baru sadar bahwa telah tertipu dengan petugas kesehatan gadungan itu.

“Kami langsung melapor ke aparat Desa terkait hal ini dan langsung ada yang melapor juga ke Polsek Cilimus, serta pergi ke Desa Halimpu, namun benar saja, di Desa Halimpu juga tidak ada yang namanya DD tersebut,” ujar Titi.

Sementara itu, pihak Polsek Cilimus yang ditemui BINGKAI WARTA, tepatnya Bripka Eko, petugas piket yang saat itu tengah bertugas, sedangkan Kapolsek Cilimus sendiri tengah beristirahat dan tidak bisa dimintai keterangan, membenarkan terkait kejadian tersebut.

Hingga kini, kasus penipuan di Desa Panawuan tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polsek Cilimus. Sedangkan untuk total kerugian dari ketiga orang yang jadi korban sendiri yaitu perhiasan emas dengan berat sekitar 30 gram yang terdiri dari cincin, kalung dan juga anting, raib dibawa kabur pelaku. (TedyAgeng)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories