661
Monday, 16 November 2020 20:08 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Abidin Sebut Deis Nyalip Dalam Tikungan

Abidin Sebut Deis Nyalip Dalam Tikungan

Bingkaiwarta, CIGUGUR - Abidin, mantan Ketua Komisi A DPRD Kuningan terus mengkritik keputusan Pimpinan DPRD terkait pemberhentian Nuzul Rachdi sebagai Ketua DPRD. Ia bahkan menyindir salah satu Pimpinan DPRD asal Partai Gerindra, H Dede Ismail, telah menyalip dalam tikungan. 
“Dede Ismail nyalip dalam tikungan,” ucapnya, seraya tertawa, kepada bingkaiwarta.com, Senin (16/11/2020).
 
Menurutnya, yang namanya ketua dewan, pimpinan dewan, dan anggota dewan, dilantik dan diangkat, serta diberhentikan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat. Berdasar Tata Tertib No 01 pasal 124, Ia membetulkan manakala pimpinan atau ketua DPRD berhenti, pimpinan DPRD lain harus bermusyawarah untuk memilih salah satu pimpinan DPRD itu, untuk menjalankan tugas keseharian ketua DPRD. 
 
"Sayang, prosesnya justru salah kaprah. Sidang paripurna itu adalah paripurna untuk pengesahan keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD soal pemberhentian Nuzul Rachdi sebagai ketua DPRD," ungkap Abidin. 
 
Hasil pengesahan itu, tentu harus diusulkan terlebih dahulu ke Gubernur Jabar melalui Bupati Kuningan. Setelah turun SK Gubernur Jabar, entah isinya diberhentikan atau tidak, itu pasti akan dikembalikan lagi ke DPRD Kuningan.
 
“Seumpama dikabulkan keputusan BK untuk pemberhentian Nuzul Rachdi, baru bisa rembug pimpinan DPRD sesuai Tatib No 01 pasal 124 Tahun 2019 itu. Ini belum ada SK Gubernur, tiba-tiba rembug pimpinan DPRD menunjuk Dede Ismail sebagai ketua DPRD sementara. Jadi rapat pimpinan DPRD itu salah besar,” tandasnya.
 
Dikatakannya, posisinya saat ini Tatib No 01 pasal 124 itu, masih mentah. Matangnya kalau sudah ada SK Gubernur. “Jadi ini menyalip dalam tikungan. Jika ada pimpinan DPRD, termasuk Dede Ismail tersinggung dengan kritik saya ini, mari berdebat sama saya,” tegasnya. (Abel Kiranti)
DPRD Nuzul Rachdy SK BK Kuningan

Komentar

Berita Terkait