Ada yang Ngawur

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-01-15 12:03:58+07

Ada yang Ngawur.jpg

Ahmad Musyaffa Aufi, anggota LBH Cirebon.

 

Kuningan - Senin malam kemarin, saya ngobrol dengan kawan Rangga dari LBH Bandung di kedai Kopi deket Rumah. Kedatangan beliau ke Kuningan ada urusan yang mendesak, terkait salah satu pejuang Lingkungan Lingkungan yang tergabung dalam Organisasi Aliansi Masyarakat peduli Lingkungan yang dilaporkan dengan dalih tuduhan mengganggu atau merintangi usaha pertambangan oleh perusahaan tambang pasir di Daerah Luragung.

Ranngga bersama kawan satunya. Sambil menikmati Coffe V60 menjelaskan perihal perkara yang dihadapi kawan Sawin, pejuang Lingkungan pada esok selasa harus menghadap Unit Tipiter. "ini panggilan kedua untuk Sawin, dan yang pertama didampingi saya" kata Rangga.

Sementara Rangga terus menjelaskan, pikiran saya memutar kembali pada peristiwa Ujang Sanhari, Korban Kriminalisasi Petani, "Nampaknya Kasusnya bakal naik, saya berkaca pada Ujang" kaya saya sedikit menyela

Saya berpandangan bahwa baik petani maupun pejuang lingkungan ketika vis a vis pada perusahaan negeri maupun swatsa pada prosesnya akan menghadapi situasi perkara pidana yang sejatinya baik petani hutan dan Pejuang lingkungan mendapat imunitas dari konstitusi, kriminalisasi merupakan jurus untuk menjerat penentang. Dan kemudian Penyelidikan maupun penyidikan memilih opsi menjerat yang entah saya juga gak paham dengan opsi yang di pilih kepolisian., entah karena itu atau entahlah...
Dan Rangga juga berpandangan sama, pengalaman beliau mendampingi petani Indramayu. cianjur, Pangalengan dan lainya juga begitu.

V60 yang kita teguk bersama selama obrolan sudah mengering dan saat bersamaan kedai kopi sudah mau tutup, Rangga dan kawan memutuskan menginap di luragung namun sebelum berangkat menuju rumah pimpinan Ampel, saya memastikan bahwa esok selasa saya ikut mendampingi juga.

Selasa pagi, jam 9 pagi kami bertemu di parkiran Alfamart deket Polres Kuningan, nampak Sawin yang bermuka cerah terlihat santai begitu juga kang Iwan pimpinan Organisasi Ampel. Kami berjalan bersama menuju Unit Tipiter, tempat pemeriksaan Sawin.

Sawin dan kang Iwan diperiksa selama dua jam lebih, di jejali banyak pertanyaan terkait aksi yang dilancarkan Organisasi Ampel dan masyarakat Luragung pada tanggal 25 September 2019, blokade jalan dan memalang pintu masuk galian C, perihal aksi ini karena dampak lingkungan yang tidak bisa ditolerir oleh Warga, kerusakan jalan yang parah dan kebisingan mesin yang sangat mengganggu.

Sawin. dihadapakn pada situasi tunggal, pertanyaan penyidik mengarah pada soal penggembokan palang pintu masuk Galian Pasir. Dengan menyodorkan Gembok dan sederet pertanyaan, Sawin mengakui namun yang menarik barang bukti kedua yang sodorkan adalah spanduk penolakan warga. Ini yang membuat Rangga, Saya dan kawan satunya geleng-geleng kepala.

Rangga sebagai kuasa hukum mencoba menjelaskan duduk perkara dengan menyodorkan argumentasi UU PPLH pasal 65 dan 66, dari dasar ini semestinya kedudukan Perkara Sawin Sudah, Jelas bahwa pejuang lingkungan mempunyai impunitas hukum namun Penyidik bersikukuh dengan dalih Perusahaan ijinnya sudah jelas kemudian RTRW kuningan juga menjadi dasar, dengan begitu posisi UU Minerba 04 tahun 2009 dijadikan alat untuk mereduksi Tujuan UU PPLH nomor 32 tahun 2009 pasal 65 serta 66. Pemeriksaan selesai dengan kesimpulan penyidik adalah SPDP untuk Sawin, berkas diajukan ke kejaksaan artinya dalam beberapa hari atau minggu Status Sawin dari Saksi setahap menuju tersangka.

Ini Lucu. Pertama bagaimana seseorang yang dalam UU no 39 tahun 1999 tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi mendapat jaminan hukum bisa diperkarakan, Sawin beserta massa lainya menggunakan hak konstitusinya, hak demokratisnya untuk menolak aktivitas pertambangan pasir di wilayah tempat lahir dan dibesarkannya yang merusak alam Luragung Landeuh. Penggembokan dan bentangan spanduk penolakan merupakan ekspresi dengan jaminan hukum yang jelas selain itu tindakan Sawin jelas Demokratis, tidak ada pelanggaran disitu.

Kedua, UU PPLH nomor 32 tahun 2009 pasal 65 menyatakan bahwa Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Setiap orang berhak mengajukan usul dan/atau keberatan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup.
Setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup Kemudian pasal 66 dengan jelas menyatakan bahwa setiap orang yang memperjuangkan hak atas lengkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata serta Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia. Dengan kedua aturan yang jelas ini. Mengapa Sawin tetap diperkarakan ?

Selepas selesai dari Polres di perjalanan pulang ke Luragung Kang Iwan menjelaskan, aktivitas Pertambangan sempat mandeg selama setahun lebih. Akibat penolakan terus menerus dari Warga. Dan Sawin paling lantang memperjuangkan lemah Cai. Kerugian perusahaan dalam asumsi kang iwan sangat besar kerugiannya. Kemudian disela penjelasan Sawin Teringat bahwa tindakan Sawin menggembok itu ada yang menyuruh. "Dibelakang ada teriakan gembok Saja"ujar Sawin, dan Sawin baru teringat sekarang.

Dan setelah sampai di luragung. Singgah di warung makan temennnya Sawin dan Kang Iwan, kang Iwan ngontak BPD dan tokoh masyarakat kemudian datang dan berbincang akhirnya memang jelas bahwa Desa Luragung tidak pernah melayangkan Surat Ijin masuk pada Perusahaan Galian C dan RTRW Kuningan tidak spesifik menyebut pertambangan di wilayah mana selain RDTR yang misterius, menariknnya ketika ngobrol peristiwa aksi 25 September 2019, tiga tokoh masyarakat melihat dengan jelas intruksi penggembokan itu datang dari siapa yakni POLISi.

Ini jelas Kriminalisasi terhadap SAWIN.

 

Penulis : Ahmad Musyaffa Aufi, anggota LBH Cirebon.

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com









Berita Terkini

Categories