Akibat Merasa Kecewa Dengan Tindakan Semena Mena Sejumlah Ormas Dan LSM Kuningan Datangi Kantor Leasing OTTO Finance

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-12-28 16:40:00+07

Akibat Merasa Kecewa Dengan Tindakan Semena Mena.jpg

Perwakilan LSM dan Ormas se-Kabupaten saat diterima dan melakukan dialog dengan jajaran direksi PT Summit OTTO Finance, di Jalan Ahmad Yani Kuningan, Rabu (28/12)

 

Kuningan – Akibat merasa kecewa, sejumlah organisasi mayarakat (Ormas) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam forum bersama Ormas LSM Kuningan, diantaranya perwakilan Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Darma, Persis, Garis, Gardah, Barak, Siluman, KAB, GMBI, LSM Penjara, Gamas, Gasik, Danghiang Kuning, dan Paguron Merak Emas datangi kantor PT Summit OTTO Finance, di Jalan Ahmad Yani Kuningan, Rabu (28/12).

Nana Rusdiyana selaku kordinator Forum Bersama mengungkapkan, kekecewaan sejumlah Ormas dan LSM itu karena perusahaan leasing tersebut telah memberikan pernyataan di sebuah media lokal pada Minggu (18/12/2016) yang berisi bahwa pihak PT OTTO akan menindak tegas dan melaporkan konsumen yang nakal kepada pihak berwajib.

Dan dalam isi beritanya, kata Nana, mereka juga memaparkan bahwa sebagai salah satu contohnya, pihak OTTO telah melaporkan salah satu konsumennya yang tidak memenuhi kewajiban membayar cicilan, dan sekarang telah dilakukan penahanan terhadap konsumen tersebut.

Tindakan yang dilakukan leasing PT OTTO itu, lanjut Nana, dengan adanya pernyataan seperti itu dianggap merupakan perbuatan semena-mena, padahal di Kabupaten Kuningan sudah terbentuk BPSK (Badan Penyelesian Sengketa Konsumen) yang bisa membantu penyelesaian terhadap konsumen.

“Disamping itu, seandainya pihak finance merasa benar, apakah mereka sudah menjalankan, atau menempuh prosedur dengan baik pada saat melakukan akad kredit dengan konsumen, diantaranya apakah mereka menunjukkan akta dan sertifikat fidusia yang selama ini tidak pernah diberikan salinannya kepada konsumen,” ungkap Nana kepada BINGKAI WARTA.

Iwan Setiawan ketua GMBI menambahkan keterangan Nana, dia menegaskan, jika OTTO Finance mengacu kepada Undang-undang Fidusia, maka tidak perlu menggunakan debt colector yang melakukan penarikan motor.

“Kami meminta kepada Otto Finance untuk dapat memberikan salinan sertifikat fidusia yang di miliki oleh konsumen, dan kamipun menuntut Otto Finance untuk melakukan klarifikasi terhadap pernyataannya di media massa tersebut,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kepala Cabang Otto Kuningan Ruslan Abdullan mengatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai maksud untuk membuat masalah dengan pernyataannya di koran tersebut, “Kami tidak punya maksud apa-apa dengan adanya statement tersebut. Kami pun berterima kasih kepada rekan-rekan Ormas dan LSM yang sudah datang, hal ini akan dijadikan masukan, juga kajian untuk ke depannya,” ujar Ruslan.

Dan menyikapi kejadian itu, dia menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa mengambil keputusan apa-apa, karena hal ini perlu dibicarakan lebih lanjut bersama seluruh manajemen PT Summit OTTO Finince. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories