1,347
Thursday, 08 October 2020 12:53 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Aksi Aliansi Mahasiswa Kuningan Tolak UU Cipta Kerja

Aksi Aliansi Mahasiswa Kuningan Tolak UU Cipta Kerja

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Gejolak penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Kuningan. Sekitar 100 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kuningan Melawan, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, di Jl. RE. Martadinata, Ancaran, Kuningan, Kamis (8/10/2020). Mereka melakukan aksi protes atas disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI. 

Aksi ratusan mahasiswa Uniku tersebut dilakukan di tengah jalan depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Mereka membuat lingkaran sambil berorasi secara bergantian. Dan, membentangkan spanduk di pintu gerbang DPRD yang bertuliskan, "Yang Katanya Dewan Perwakilan Rakyat Berbungkus Konotasi R", "DPR Lebih Bahaya Dari Pada Corona #Jegal Sampai Gagal" dan "Mosi Tidak Percaya#".

Koordinator Lapangan aksi, Auf Mustafa mengungkapkan, undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada tanggal 05 Oktober 2020 telah mencederai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Melihat efek negatif dari hal tersebut, maka kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kuningan Melawan dan menggelar aksi," ungkap Aof.

Mereka minta kepada para petinggi dewan agar menyampaikan aspirasinya ke DPR RI. Dengan adanya Omnibus Law hanya akan menguntungkan kaum imperialis. Dan, ini jelas sangat merugikan rakyat.

"Kita siap melakukan perlawanan yang sebesar-besarnya. Kepentingan kita hari ini adalah melawan rezim Jokowi yang tidak berpihak kepada rakyat," kata Auf dalam orasinya.

Usai orasi, peserta aksi Aliansi Mahasiswa Kuningan menyatakan sikap, yaitu, pertama, mendukung dan dan ambil bagian aktif dalam perjuangan rakyat Indonesia untuk membatalkan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Kedua, berjuang bersama klas buruh dan kaum tani dalam menentang segala skema neoliberal yang dijalankan oleh rezim bonela Jokowi-Ma'ruf Amin, yang mana kebijakan-kebijakan tersebut hanya akan menghancurkan kedaulatan nasional dan memperluas kemiskinan rakyat Indonesia.

Ketiga, Aliansi Mahasiswa Kuningan menuntut rezim Jokowi untuk memprioritaskan keselamatan rakyat Indonesia dalam serangan pandemi Covid-19. Keempat, Aliansi Mahasiswa Kuningan berjuang bersama klas buruh dan kaum tani untuk mewujudkan Reforma Agraria Sejati untuk menopang pembangunan Industri Nasional yang berdaulat dan mandiri.

Kelima, Aliansi Mahasiswa Kuningan menolak segala skema liberalisasi, privatisasi, dan komersialisasi pendidikan serta menuntut diberlakukannya sistem pendidikan yang ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat. (Abel Kiranti)

Demo mahasiswa UU Ciptakerja Kuningan Omnibus Law

Komentar

Berita Terkait