Aksi Premanisme GMBI Terhadap Ulama Dan Santri Di Bandung Picu Kemarahan Umat Islam Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-01-18 08:06:03+07

Aksi Premanisme GMBI Terhadap Ulama.jpg

Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK), gabungan Ormas dan elemen masyarakat muslim Kuningan saat melakukan rapat persiapan aksi 20 Januari, di masjid Syiarul Islam, Selasa sore (17/1)

 

Kuningan – Bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) pasca pemeriksaan Rizieq Shihab di Mapolda Jawa Barat, sehingga mengakibatkan beberapa ulama dan santri terluka, bahkan satu mobil milik anggota FPI rusak berat setelah dilempari oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/1), telah memicu kemarahan umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.

Seperti diungkapkan H. Andi Budiman, 46, perwakilan dari Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK), yang merupakan gabungan Ormas dan elemen masyarakat muslim Kuningan, dalam rapat persiapan aksi 20 Juanuari, di masjid Syiarul Islam, Selasa sore (17/1), dari pukul 16.45 hingga 18.10 WIB, jika pihaknya sangat mengutuk keras tindakan yang dianggap sangat anarkis itu.

“Kami sangat mengutuk keras atas insiden penyerangan terhadap saudara kami yang mengawal ulama di Bandung pada Kamis (12/1), karena ini merupakan bukti adanya upaya memojokan, melemahkan, dan membungkam kebangkitan umat Islam,” ungkap Andi kepada BINGKAI WARTA.

Oleh karena itu, kata Andi, umat Islam di Kabupaten Kuningan siap untuk merapatkan barisan demi membela kaum muslimin dan para ulamanya, “Apik dan seluruh  elemen masyarakat Islam di Kabupaten Kuningan dengan ini menyatakan sikap siaga satu, dan siap berada di garda terdepan untuk memerangi segala bentuk premanisme, sekaligus siap berhadapan dengan siapapun yang bertindak intoleran dan anti ke-bhinekaan dengan melakukan intimidasi, serta kedzaliman terhadap umat Islam,” katanya.

Tuntutanpun dilontarkan pihak APIK kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan adil, dengan cara segera memproses hukum terhadap oknum-oknum yang telah melakukan kekerasan, dan penganiayaan terhadap umat Islam yang tengah mengawal ulama di Mapolda Jabar tersebut.

Menurut Andi, APIK juga menuntut kepada Kapolri agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya, karena tidak berhasil menjaga dan melindungi warga negara di wilayah Jawa Barat, “Selain itu, posisi Kapolda Jabar sebagai pembina LSM GMBI, menunjukan bahwa hal itu telah melanggar pasal 28 ayat 3 UU Nomor 2  tahun 2002, tentang Kepolisian Republik Indonesia, dan melanggar Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011, tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Indonesia, Pasal 16 yang menyatakan, setiap anggota Polri dilarang:menjadi pengurus dan/atau anggota lembaga swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan tanpa persetujuan dari Polri,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Ormas Islam Gerakan Akidah (Gardah) Dadan Somantri menyebutkan, tuntutan itu akan disampaikan dalam aksi demo yang rencananya akan digelar di Mapolres Kuningan, ba’da shalat Jumat (20/1) mendatang, “Ba’da shalat Jumat kami terlebih dahulu berkumpul di masjid Syiarul Islam, kemudian konvoi menuju Mapolres, lokasi tempat kami berunjuk rasa,” ujarnya.

Adapun tujuan utama gelaran aksi tersebut, lanjut Dadan, untuk membela ulama-ulama dan saudara-saudara sesama muslim yang teraniaya, “Ini semua kami lakukan sebagai bentuk rasa kepedulian kami terhadap saudara-saudara seiman kami, untuk itu, kami juga mengajak kepada seluruh umat Islam di Kuningan untuk bergabung dengan kami dalam aksi turun ke jalan yang akan kita lakukan pada Jumat (20/1) ini,” terang Dadan. (Abel Kiranti)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories