Allah SWT Bersumpah Demi Waktu

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-06 20:01:57+07

photo_2020-02-06_19-59-58.jpg

 

          Waktu adalah perputaran dunia, menurut Plato waktu diciptakan berbarengan dengan diciptakannya dunia begitupun dengan diciptakannya surga dan lainnya. Jadi Plato menganggap dimulainya waktu adalah pada saat dunia ada. Berbeda dengan Plato, Aristoteles yang merupakan murid dari Plato mempunyai gagasan yang berlawanan yakni waktu itu ada sebelum diciptakannya alam dunia dan seisinya, waktu tidak mempunyai titik awal maupun titik akhir karena Aristoteles mempunyai pemikiran bahwa tidak ada yang mendahului waktu. Malik bennabi seorang ahli sejarah islam mendefinisikan waktu adalah sungai yang mengalir ke seluruh penjuru sejak dahulu kala, melintasi pulau, kota dan desa, membangkitkan semangat atau meninabobokan manusia. Ia diam seribu bahasa sampai-sampai manusia tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya walaupun segala sesuatu –selain Tuhan- tidak akan mampu melepaskan diri darinya.

 

Waktu itu bisa subjektif bisa objektif sesuai dengan kebutuhan dan keadaannya, contoh waktu yang subjektif seperti ketika kita sedang melakukan hobi yang kita senangi selama beberapa jam maka akan terasa sebentar, itu karena kita menilai waktu dari diri kita sendiri. Begitupun ketika kita berada di dalam kelas dengan mata pelajaran yang tidak kita sukai dalam waktu hanya satu jam saja maka akan terasa lama karena kita tidak menyukai hal tersebut. Sedangkan contoh waktu yang objektif adalah waktu yang sesuai dengan satuan waktu seperti 1 jam 60 menit, satu minggu 7 hari itulah waktu yang objektif. Jadi lama dan sebentarnya waktu tergantung dari sudut mana kita melihatnya apakah sisi subjektif ataukan sisi objektif.

 

          Waktu itu bergerak lurus alias linier, waktu yang sudah berlalu maka tidak akan bisa diputar kembali. Sebagaimana slogan “time is money” waktu adalah uang, slogan tersebut menandakan waktu itu bergerak lurus. Ketika kita menyia-nyiakan waktu maka sama seperti kita membang-buang uang. Slogan ini sangat cocok untuk memotivasi agar kita selalu bergegas dalam hal apapun dan jangan membuang waktu, karena waktu yang telah kita sia-siakan akan kita sesali di kemudian hari. Namun falsafah timur mempercayai waktu itu sirkuler alias berputar dan berulang. Gagasan tadi juga baik karena dapat membuat kita termotivasi ketika kita melakukan susuatu hal dan gagal kita masih memiliki kesempatan kedua untuk memulainya kembali sampai berhasil. Kedua gagasan tersebut baik dan kita perlukan sesuai dengan pada keadaan yang kita butuhkan.

 

          Waktu itu sangat penting sehingga Allah SWT sampai bersumpah atas nama waktu. Dalam suroh Al-‘Ashr yang berisi 3 ayat pada ayat pertama Allah SWT bersumpah “Demi Waktu” itu menandakan bahwa ada hal yang sangat penting dalam waktu, sehingga Imam Syafi’i mengatakan “seandainya manusia benar-benar merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka”. Dalam ayat kedua Allah SWT berfirman bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kita dapat merenungkan bahwa kita telah sangat dibuat lalai oleh kenikmatan dunia sehingga kita seringkali lupa bahwa kita akan pulang kepada Allah SWT untuk selama-lamanya. Kita diberi kesempatan hidup untuk berbuat amal kebaikan untuk bekal kita di akhirat, akan tetapi kita seolah akan hidup selamanya. Dalam ayat kedua di surat Al-‘Ashr dilanjutkan dengan pengecualian untuk orang-orang yang berbuat amal kebaikan maka tidak akan rugi, Allah SWT telah menyiapkan hadiah dan kenikmatan tiada tara bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia.

 

Oleh : Atin Suhartini

Profesi: Asisten Apoteker di Apotek K24 Sadamantra Kuningan dan mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

16 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PENDIDIKAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com












Berita Terkini

Categories