Anggota DPRD Apresiasi Pemuda yang Jadi Petani, Ia Ingin Tindakan Ini Menular ke Masyarakat

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-03 21:48:19+07

Anggota DPRD jsjsjkkee.jpg

Anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Udin Kusnaedi, SE, saat meninjau langsung lahan seluas 1 hektare yang digarap petani muda, di Desa Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Minggu (2/2/2020).

 

Kuningan – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Udin Kusnaedi, SE, mengapresiasi para pemuda yang mau terjun langsung untuk bertani demi menambah penghasilan.

Hal itu diungkapkan H. Udin saat meninjau langsung aktivitas petani muda di Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, yang tengah mengurus tanaman cabai di lahan seluas 1 hektare, Minggu (2/2/2020).

“Ini sangat luar biasa sekali. Mereka mempunyai semangat yang tinggi untuk bekerja menjadi petani cabai. Saya sangat mengapresiasi sekali atas kerja keras para petani yang ada di Desa Sidaraja,” ungkap H. Udin kepada bingkaiwarta.com.

Lahan seluas 1 hektare yang ditanam tanaman berbuah pedas itu merupakan milik masyarakat. Namun, karena mendapat kepercayaan akhirnya dapat dikelola juga oleh para pemuda. Bahkan, rencananya akan dibuka lagi seluas 2 hektare.

Sebagai anggota dewan yang juga seorang pengusaha sukses di bidang pertanian, H. Udin atau yang akrab disapa Jiud ini, tak segan memberi motivasi kepada para petani muda. Ia pun meyakini mereka bisa berhasil asalkan memiliki niat dan keinginan untuk melakukan perubahan.

“Di Kabupaten Kuningan merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Banyak lahan produktif yang harus dijaga kelestariannya. Tinggal bagaimana cara kita memanfaatkannya dengan baik, sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain,” kata Jiud.

Agar tindakan positif ini bisa menyebar seperti virus yang tengah menggemparkan dunia, Jiud ingin petani muda di sana dapat memberi rangsang kepada masyarakat lain supaya kembali bertani dan mencintai pertanian.

Bertani adalah tentang memenuhi kebutuhan pangan. Sehingga, setiap hasil pertanian otomatis akan dicari oleh orang banyak. Karena itu, Jiud memandang pertanian sangat penting, “Semua orang butuh dan perlu makan,” ujarnya.

Lebih jauh, kata Jiud, pertanian dapat ditransformasi jadi sumber ekonomi yang besar apabila dikaitkan dengan proses industri. Namun, harus dipenuhi semua kebutuhan mulai dari bibit, alat, hingga fasilitas-fasilitas lainnya.

“Kita mencoba memberikan fasilitas-fasilitas kepada para petani atau kelompok. Contohnya dengan memberikan fasilitas berupa bantuan bibit-bibitan, alat-alat pertanian, obat-obatan dan sebagainya. Selain itu, kita juga bisa memberikan wawasan dan pemahaman bahwa industri pertanian ini sangat menguntungkan kalau digeluti dengan baik,” tuturnya.

Disamping itu, ia pun tak memungkiri jika persaingan industri digital memang sangat tinggi. Namun, ia yakin bila industri pertanian dikerjakan dan dikelola dengan baik dan turun langsung ke lapangan, maka hasilnya pun akan sesuai dengan harapan.

“Untuk di bidang pertanian ini kita dituntut untuk terjun langsung ke lapangan. Kita harus berikan contoh langsung kepada para petani. Karena, kita berhubungan langsung dengan nyawa, lahan, dan sebagainya,” sebutnya.

Selain itu, pemerintah juga dituntut hadir menjadi pelaku. Caranya, yaitu dengan memberi penyuluhan, bimbingan dan pengetahuan tentang bagaimana cara memanfaatkan peluang lewat pertanian. Kendati memang sudah dilakukan, namun kata Jiud, sebagai manusia memang wajar apabila hasil yang diharapkan belum tercapai dengan baik.

“Manakala memulai yang baru itu rata-rata mononton. Karena, mereka takut gagal. Kita ini kan manusia diwajibkan untuk berikhtiar atau berusaha. Adapun hasilnya Allah SWT yang menentukan. Hadirnya pemerintah di sini kan untuk kepentingan rakyat semua,” ujarnya.

Sebagai anak yang lahir dari kalangan petani, Jiud ingin mewujudkan mimpi agar semua masyarakat Kuningan tidak menjadi konsumtif semata. Akan tetapi, bisa menjadi pelaku usaha yang handal, sehingga kesejahteraan bisa tercapai.

Dan untuk mewujudkan impian itu, Jiud memiliki program yaitu membentuk suatu wadah atau usaha kelompok semacam Koperasi Tani atau Bank Tani yang wilayahnya mencakup semua desa dan kecamatan.

“Kita minta doanya, minta kerjasamanya dengan seluruh stakeholder yang ada agar Kabupaten Kuningan ini bisa berkembang dengan baik. Alhamdulillah, kita sekarang sudah mempunyai 54 kelompok petani muda. Dan Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengadakan pertemuan dengan mereka untuk memberikan pembinaan atau wawasan tentang bagaimana cara bertani yang baik,” pungkasnya. (Abel Kiranti)

19 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SOSPOLHUKAM, EKONOMI

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com












Berita Terkini

Categories