653
Wednesday, 17 June 2020 08:25 (4 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Ardian : "Jangan Jadikan KAHMI Sebagai Kendaraan Politik Praktis Untuk Kepentingan Pribadi dan Golongan"

Ardian : "Jangan Jadikan KAHMI Sebagai Kendaraan Politik Praktis Untuk Kepentingan Pribadi dan Golongan"

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Dinamika pemilihan presidium Kahmi Kuningan berakhir dengan baik, setelah dalam MUSDA KAHMI Kuningan (selasa, 16/6/2020) berhasil menampilkan wajah baru KAHMI muda Kuningan yang akan menakhodai organisasi alumni HMI lima tahun kedepan.

Acara yang dikemas dengan silaturahmi dan Halal bi Halal ini menghasilkan Dr. Iskandar Hasan, MM ( Direktur Pascasarjana UNIKU), dr. Deki Syaifullah, M.M.Kes (direktur RSUD 45 Kuningan), Diding Wahyudin, S.Pd., M.AP, Dr. Fahruz Zaman Fadhly, M.Pd. (dosen UNIKU), dan Nanan Abdul Manan, M.Pd (Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan) sebagai Presidium Kahmi masa bhakti 2020-2025. Proses yang dihasilkan melalui diskusi perdebatan sengit ini merepresentasikan anggota Kahmi dari kalangan profesional, akdemisi, enterpreneur, medis maupun birokrasi. 

Dalam sambutan presidium demisioner Hj. Rini Sujianti, SE. MM yang juga sebagai Direktur RS Djuanda yang diwakili oleh H. Rokhmat Ardian, MM sebagai owner Puspita group menyampaikan periodisasi KAHMI masa jabatannya telah berakhir tahun lalu namun karena berbagai kesibukan serta kondisi physical distancing yang tidak memungkinkan mengadakan musda maka baru bisa dilaksanakan saat ini tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid- 19. 

Ardian mengingatkan bahwa proses regenerasi dan kaderisasi dibutuhkan dalam menunjang terus tumbuh dan berkembangnya organisasi KAHMI yang aktif memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. 

"Maka sudah tentu perlu adanya reorganisasi agar organisasi ini tetap hidup serta menampilkan berbagai inovasi dan kreatifitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat setelah di gembleng dalam himpunan sebagai organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di indonesia ini," ungkapnya.

Belakangan ini tanda-tanda adanya kekurang mesraan hubungan sosial antar anak bangsa semakin terasa. Meskipun intensitasnya masih rendah, tak dapat dinafikan bahwa di beberapa daerah isu-isu yang sebenarnya tidak relevan dan tidak produktif semakin mengemuka di depan publik bahkan kesenjangan ekonomi yang semakin jauh menimbulkan dampak sosial dan rentan terjadi aksi kriminal dan kejahatan. 

"Untuk mengatasi pokok persoalan utamanya, KAHMI harus berperan secara terprogram dan sistematis mengurangi disparitas dan kesenjangan ekonomi masyarakat. Persoalan tersebut jelas tak bisa ditimpakan sepenuhnya hanya pada pemerintah," ujarnya.

Sebagai bagian dari warga negara, KAHMI memiliki tanggungjawab dan kewajiban yang sama untuk turut mengatasi dan memberikan kontribusinya. Sebab, KAHMI adalah organisasi intelektual muslim tempat berkumpulnya insan-insan cendekia yang telah beruntung bisa menikmati pendidikan tinggi dan pekerjaan/profesi yang lebih baik.

"Oleh karena itu, sebagai organisasi intelektual yang besar, KAHMI, perlu menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor pembangunan yang memiliki empati dan kepedulian yang tinggi pada saudara-saudara kita yang belum beruntung, yakni kaum mustad’afin (kelompok lemah)," imbuhnya.

Dikatakannya, empati dan kepedulian tersebut bukan sekadar panggilan negara, melainkan juga karena panggilan agama seperti yang dikatakan sebuah hadis Nabi, yakni “ Khoirukumánfaúhumlinnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia).

"Satu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa yang menyatukan kita semua dalam KAHMI adalah identitas keislaman kita. Profesi-profesi kita beragam, kita memiliki chemistry atau ikatan batin yang sama, yakni bahwa kita memiliki nilai-nilai agama yang sama yang harus menjadi panduan hidup kita sebagai orang yang beragama, yakni Islam. Sekadar untuk diingat kembali, tujuan utama lahirnya HMI (KAHMI) selain untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia, juga untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam," kata Ardian.

Untuk itu, Ardian menegaskan, sebagai bagian dari insan cendekia, seyogyanya alumni HMI tidak lagi berpikir secara linear, tetapi secara lateral untuk bisa melakukan terobosan-terobosan yang mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa, keadilan dan kemakmuran bersama. Persoalan yang dihadapi Indonesia sangat banyak, mulai dari ketimpangan ekonomi, ketimpangan pendidikan, hingga masalah kekurangharmonisan hubungan anak bangsa yang makin terasa belakangan ini.

"Maka di manapun alumni HMI berkarir, baik dalam partai politik, pemerintahan, maupun organisasi sosial apa pun, alumni HMI dituntut untuk bisa menjadi perawat kemajemukan dan penjaga NKRI dalam kesatuan nilai Islam. Untuk itu, yang sangat dibutuhkan adalah adanya kesamaan langkah, semangat, soliditas, solidaritas dan sinergi yang kuat antar anggota KAHMI. Hal yang sama seyogyanya juga perlu kita jalin dengan komponen-komponen bangsa lainnya, apapun agamanya sebagai bagian dari anak bangsa yang mempersatukan kita sebagai saudara sebangsa. KAHMI harus tampil sebagai garda terdepan menjadi perekat soliditas dan sinergitas bangsa,"tegasnya.

Adrian berharap gaung perjuangan Kahmi Kuningan ke depan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat Islam, bangsa dan negara. Ia juga berharap kepada kelima presidium terpilih dapat menjadi generasi yang siap menerima estafet kepemimpinan Kahmi kedepan dengan memegang teguh kepada komitmen terhadap organisasi melalui lima pesan penting. 

"Pertama, menuntaskan pembangunan sekretariat KAHMI dalam rangka meningkatkan sarana melatih intelektual kader KAHMI. Kedua, Mewujudkan sinergitas, soliditas dan solidaritas antar sesama anggota Kahmi. Ketiga, menjadi perekat ukhuwah adik-adik HMI, dan keempat menciptakan kader muda Kahmi dalam meningkatkan skill dalam bidang akademis dan enterpreneur. Kelima, tidak menjadikan KAHMI sebagai kendaraan politik praktis demi kepentingan pribadi dan golongan," pungkasnya. (Abel Kiranti)

hmi mahasiswa himpunan mahasiswa kahmi kader Rini Sujianti Iskandar Hasan UNIKU

Komentar

Berita Terkait