Atas Desakan Warga Galian C Di Desa Cineumbeuy Berhenti Beraktivitas

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-08-19 23:12:37+07

Kuningan Kondisi galian C seluas 25 hektare di Dusun Jagatamu, Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan yang keberadaannya ditentang keras oleh masyarakat setempat, karena dinilai cacat hukum, serta bisa mengakibatkan kerusakan alam, pada Jumat (19/8) terlihat sepi, tidak ada aktivitas pengerukan pasir.

Menurut perwakilan warga Kecamatan Lebakwangi yang menolak keberadaan penggalian, Amung Haryanto, berhentinya aktivitas penggalian pasir tersebut memang atas desakan warga, “Dalam dialog antara warga dengan aparat desa, unsur Muspika, serta perwakilan pengusaha galian yang berlangsung di balai desa Cineumbeuy kemarin, kami memang mendesak pihak pengusaha untuk segera menghentikan aktivitas mereka,” ujar Amung.

Untungnya, kata Amung, pihak pengusaha menuruti kemauan warga, karena jika tidak Amung khawatir warga yang kesal dan tidak mau menerima dengan keberadaan galian C tersebut akan melakukan tindakan yang tidak diharapkan.

Jika hari ini galian C milik CV. Sanghiyang Taraje tersebut berhenti atas desakan warga, Amung  berharap mulai minggu depan akan berhenti total karena di tutup oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, “Hari ini kami sudah menyampaikan surat laporan pernyataan penolakan warga pada pihak Desa, unsur Muspika, pihak Polres, serta langsung kepada Bupati Kuningan,” katanya.

Dimana isi surat tersebut, lanjut dia, selain berisi tentang laporan jalanya dialog di balai desa Cineumbeuy Kamis (18/8) kemarin, juga pernyataan sikap masyarakat yang menolak keras keberadaan galian, dan meminta pihak pemerintah segera menghentikan, atau menutup galian tersebut, paling lambat seminggu setelah diterimanya surat.

Menurut Amung, sebenarnya sudah menjadi keharusan Pemkab Kuningan untuk menutup galian C tersebut, karena hal itu sudah menjadi komitmen pihak pemerintah sendiri, “Pada tahun 2014 Pemda Kuningan, melalui Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) sudah mengeluarkan surat Nomor 545/669/PE, tentang pelarangan, atau penolakan galian C (pasir) di Desa Cineumbeuy, Desa Cinagara dan sekitar Kecamatan Lebakwangi,” jelasnya.

Nah, jika sekarang pihak pemerintah membiarkan pembukaan lahan, sekaligus aktivitas penggalian pasir di dua desa, yakni Cineumbeuy, dan Cinagara yang merupakan bagian dari Kecamatan Lebakwangi, dimana dalam morotarium sendiri dinyatakan sebagai daerah yang dilarang membuka lahan galian C, Amung manganggap, berarti pihak pemerintah telah menghianati janjinya sendiri.

“Dan ini berarti menghianati kepercayaan rakyat, yang dampaknya akan menyakiti hati mereka. Padahal mereka juga selalu menggaungkan, jika Kuningan adalah Kabupaten Konservasi, yang katanya langkah pembangunannya sendiri selalu berbasis kelestarian alam dan lingkungan,” tandasnya.

Jadi selaku masyarakat Kabupaten Kuningan, dikatakan Amung, sebenarnya hanya meminta dengan sangat, pihak Pemda menenapati janjinya sendiri, serta sudi lebih memperhatikan kepentingan masyarakat, katimbang kepentingan pengusaha.

Sementara, saat Bingkai Warta mencoba melakukan konfirmasi pada Rosid, mantan Kepala Desa Cinagara, selaku pihak perwakilan perusahaan, atau CV. Sanghiyang Taraje, dengan mendatangi tempat tinggalnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Memang dalam beberapa hari ini, Rosid yang dalam acara dialog penolakan galian pasir antara warga dengan aparat pemerintah di balai desa Cineumbeuy kemarin, sempat mendapat kecaman keras dari masyarakat, karena mengeluarkan statement yang kurang tepat, serta dianggap ngawur itu, sangat sulit ditemui awak media.

Dimana dalam pertemuan yang berjalan panas itu, meski menurut warga perusahaan telah melakukan kegiatan usaha yang sifatnya cacat hukum, karena hanya mengantongi izin Eksplorasi, bukan eksploitasi, dan izin operasi produksi, namun Rosid bersikukuh, bahwa perusahaan membuka galian hanya untuk melakukan penelitian kelayakan kadar pasir untuk dijadikan bahan tambang. (Pram)
Atas Desakan Warga Galian C Di Desa Cineumbeuy Berhenti Beraktivitas-web ok.jpg

 Capt : Kondisi galian C milik CV. Sanghiyang Taraje di Dusun Jagatamu, Desa Cineumbeuy, Kecamatan Lebakwangi tampak sepi, tanpa adanya aktivitas, setelah didesak oleh warga untuk menghentikan kegiatan pengerukan pasir, kemarin.

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories