695
Saturday, 16 May 2020 20:54 (5 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Bahas Pandemi Covid-19, Akademisi Kabupaten Kuningan Temui Sekda

Bahas Pandemi Covid-19, Akademisi Kabupaten Kuningan Temui Sekda

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Pandemi yang melanda dunia saat ini, menjadi keprihatinan serta kecemasan bersama. Dan kapan berakhirnya pun menjadi pertanyaan semua orang.

Terkait hal tersebut, beberapa perwakilan akademisi di Kabupaten Kuningan seperti dari UNIKU, STIKKU, Nurul Iman dan lainnya melakukan diskusi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan tentang Virus Covid-19 di ruang kerja Sekda Kabupaten Kuningan, Jumat (15/05/2020).

Berbagai permasalahan Covid dibicarakan dan dibahas bersama. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, pandemi Covid yang dihadapi saat ini menyebar dengan sangat cepat, area penularan sangat luas, sementara sarana kesehatan tidak seimbang.

"Tidak hanya itu saja ketersediaan vaksin lambat, sementara begitu banyak orang mengharapkan adanya vaksin. Dampaknya pun begitu luar biasa, tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, akan tetapi mempengaruhi seluruh aspek sosial, ekonomi dan budaya, bahkan dapat memicu resesi global," kata Dian.

Dian menambahkan, perihal permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa pandemi saat ini yaitu meski pemerintah telah berupaya dengan berbagai langkah strategis untuk meminimalisir penyebaran virus Corona adalah keacuhan terhadap PSBB atau social distancing, ketidakdisplinan warga (bermasker, cuci tangan), data penerima bansos yang tidak tepat, adanya penolakan tenaga medis dan penolakan jenazah yang terpapar positif Covid.

Lebih jauh lagi Dian menjelaskan, saat ini kebijakan tentang ketahanan sosial di Kabupaten Kuningan sudah digulirkan, diantaranya bantuan dari Pemerintah Pusat , bantuan dari pemprov Jabar, bantuan dari Pemkab Kuningan, kepedulian dari komunitas.

"Sampai saat ini secara keseluruhan di Indonesia, data kenaikan kasus positif Covid-19 belum melandai. Untuk meminimalisir penyebaran tentu diperlukan peran aktif semua pihak (pemerintah, akademisi, pebisnis, media, dll) sebagai modal sosial kolaboratif karena jika bersama kita pasti bisa" jelasnya.

Ia menuturkan peran kunci akademisi (perguruan tinggi, civitas akademika di Kabupaten Kuningan), yaitu dimana akademisi berperan sebagai duta literasi untuk melawan Covid-19.

"Akademisi sebagai pengawal data kemiskinan dan kesesuaian bantuan, akademisi sebagai inisiator budaya baru masyarakat yang lebih siap menghadapi wabah serta akademisi sebagai penggerak kebangkitan ekonomi Daerah pasca Covid-19" pungkasnya. (Abel Kiranti)

Pandemi Covid-19 Akademisi Kabupaten Kuningan Sekda

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait