Balap Terbang Si Burung Dara

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-12-11 17:25:38+07

 Lomba Merpati.jpgKomunitas Bima Sakti Kuningan, setiap dua minggu sekali, menggelar latihan rutin untuk meningkatkan kecepatan terbang merpati balap di kawasan Gresik Kuningan, Minggu (11/12).

 

Kuningan – Dibalik jinaknya merpati, ternyata burung tersebut memiliki kecepatan terbang yang dapat dilombakan menjadi ajang ketangkasan balapan di udara. Seperti yang dilakukan oleh komunitas pecinta merpati balap Bima Sakti Kuningan, yang bertempat di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

Dadang Supriatna, 48, yang merupakan ketua dari komunitas tersebut menuturkan bahwa dirinya dan yang lain, selama dua minggu sekali, rutin melatih merpati kesayangannya ditempat khusus, yang terletak di kawasan Desa Gresik.   

Menurutnya, perhatian terhadap merpati kesayangannya tak pernah ia lupakan, sedikitnya ada 12 pasang jantan dan betina yang harus ia rawat setiap harinya. Lantas, hal itu membuat Dadang merekrut pegawai untuk mempermudah dalam tugas mengurus si burung dara tersebut.

Kecintaannya terhadap merpati, mendorong Dadang semakin militan dalam menggeluti hobinya itu. Sehingga dirinya tak segan-segan memberikan pakan pilihan dari beras merah, serta ditambah dengan asupan jamu yang terbuat dari campuran telur dan madu.

Selain pakan khusus, kata Dadang, dirinya juga memberikan refleksi terhadap merpati balapnya. Seperti menjemur dan memijatnya. “Awalnya hanya sekedar hobi, lama kelamaan, Saya tertarik untuk melatih merpati balap ini,” ujarnya kepada BINGKAI WARTA saat ditemui dilokasi latihan, kawasan Desa Gresik, Minggu (11/12).

Harga untuk merpati balap sendiri, terangnya, mulai dari kisaran 500 ribu hingga 5 juta rupiah. Bahkan, ada salah satu burung miliknya, yang diberi nama Afatar, mampu menembus harga sampai 30 juta rupiah. “Bisa terjadi harga setinggi itu karena si Afatar sering menang dalam setiap lomba,” ujarnya bangga.

Selain untuk balapan, Dadang juga mengembangbiakan burung tersebut untuk dijual kembali. Kadang kala, komunitasnya juga menggelar sendiri perlombaan balap merpati itu. Disamping kompetisi, tujuan utama dari perhelatan yang dilakukan, tak lain untuk menjalin tali silaturahmi sesama pecinta burung dara.

“Untuk merangsang peserta, kami menyediakan hadiah berupa uang, namun hal itu tidak menjadi prioritas utama para pelomba. Yang dicari hanya gelar juara, semakin sering menang, maka harga jualnya pun akan melambung semakin tinggi,” pungkas Dadang. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories