243
Thursday, 19 November 2020 12:07 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Bekerjasama dengan AGPAII, Unisa Gelar Dialog Publik

Bekerjasama dengan AGPAII, Unisa Gelar Dialog Publik

Bingkaiwarta, CIGUGUR - Universitas Islam Al-Ihya Kuningan bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kuningan telah menggelar Dialog Publik tanggal 17 November 2020. Giat tersebut dilaksanakan secara luring di Aula Kampus I Unisa Jalan Mayasih No. 11 Cigugur Kuningan. Selain luring, Dialog Publik yang mengangkat tema Moderasi Pendidikan Agama Islam di SMA/SMK/MA tersebut pun dapat disimak secara daring melalui aplikasi zoom meeting. 
 
Hadir pada giat tersebut Rektor Unisa Kuningan Nurul Iman Hima Amarullah, S.Ag., M.Si, Warek II Unisa Uyu Wahyudin, MM, Kabiro BAAK Aris Risdandi, S.E, Dekan FIK Unisa Iim Suryahim, M.Pd, dan Ketua AGPAII Kuningan Drs. Yayat Supriyatna, MM. Sementara untuk narasumber dialog publik hadir secara langsung Kaprodi Pascasarjana PAI Unisa Dr. Iman Subasman, M.Si, Ketua Pokjawas Kuningan Drs. Aang Taufiq, M.Si, dan Kasi Bimas Islam Kemenag Kuningan H. Ahmad Fauzi, M.Si dan dimoderatori oleh Ketua KKG SD Kuningan Ujang Aripin, S.Pd.I.
 
Sesi pertama dilakukan penyampaian laporan panitia oleh Kabag Humas dan Kerjasama Unisa Sopandi, S.Pd.I. Menurutnya, giat kali ini sebagai langkah awal Unisa membangun sinergitas dengan AGPAII Kuningan. “Sebelum memulai dialog publik terlebih dahulu dilaksanakan penandatanganan MoU antara Unisa dan AGPAII. Beberapa hal strategis yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Kuningan dalam rangka memajukan daerah di sektor pendidikan akan dilakukan ke depan,” ujar Sopandi kepada bingkaiwarta.com, Kamis (19/11/2020).
 
Selanjutnya, membuka acara secara resmi, Rektor Unisa Nurul Iman menyampaikan konsep moderasi dalam Islam dikenal dengan istilah wasathiyah yang bersumber dari al-Qur'an sendiri. Al-Qur'an menyebut umat Islam sebagai ummah wasatha (al-Baqarah: 143). Dalam kerangka tersebut sesungguhnya bersikap moderat merupakan karakter utama dari seorang muslim. 
 
Wasathiyah adalah sesuatu yang memerlukan hak yang sepatutnya, yaitu dengan memberikan hak yang sewajarnya dengan mengambil jalan tengah agar tidak melampaui batas-batas syariat Islam. Untuk menopang konsep dan sikap moderat, setidaknya ada empat nilai dasar yang perlu dikembangkan dan diinternalisasikan melalui proses pendidikan. Keempat nilai dasar tersebut adalah toleran (tasamuh), keadilan (i’tidal), keseimbangan (tawazzun), dan persamaan.
 
“Semoga dengan terselenggaranya dialog publik dan MoU dengan AGPAII Kabupaten Kuningan, kita dapat menjadi bagian dari majunya pendidikan PAI di Kabupaten Kuningan dan kian masifnya gerakan dakwah serta syiar agama yang sejuk di Kabupaten Kuningan,” paparnya.
 
Kemudian berikutnya disampaikan sambutan dari Ketuga AGPAII Drs. Yayat. Menurutnya, AGPAII mengapresiasi giat tersebut. “Dengan adanya MoU dan dialog publik ini, AGPAII mengucapkan terima kasih. Selain menimba ilmu, kita dapat membahas langkah-langkah strategis ke depan untuk memajukan pendidikan agama Islam di Kabupaten Kuningan.
 
“Selain itu, AGPAII mendukung, mendorong, dan memotiviasi kepada rekan-rekan guru PAI yang ada di Kabupaten Kuningan agar yang belum mengampu pendidikan tinggi bisa kuliah di Unisa Kuningan. Ada program S1 PAI dan S2 PAI di Unisa. Itu tentu akan berguna bagi jenjang karir rekan-rekan guru PAI ke depan,” ujarnya.
 
Usai sambutan Rektor Unisa Nurul Iman dan Ketua AGPAII Drs. Yayat, kegiatan dilanjutkan dengan dialog publik. Secara bergilirian narasumber memaparkan materi dengan subtema kecilnya masing-masing, Dr. Iman Subasman menyampaikan tentang Moderasi Beragama di Era Disrupsi, H. Ahmad Fauzi tentang Kebijakan Pemerintah tentang Moderasi Beragama, dan Aang Taufiq tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) PAI. (Abel Kiranti)
UNISA Dialog PAI AGPAI Kuningan

Komentar

Berita Terkait