547
Tuesday, 07 July 2020 20:16 (3 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Belasan Tahun Alami KDRT, Korban Beranikan Diri Lapor Polisi

Belasan Tahun Alami KDRT, Korban Beranikan Diri Lapor Polisi

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Kar (58) warga RT 03 RW 03 Dusun Kliwon Desa Sukadana Kecamatan Ciawigebang terpaksa harus melaporkan suaminya, Suk (59), ke Unit PPA Polres Kuningan. Pasalnya, Kar kerap dianiaya oleh suaminya sendiri. Ia menuntut ayah dari 2 anak tersebut, dengan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
 
Berdasarkan informasi dari kakak kandung korban, Saprudin, KDRT dialami korban sudah belasan tahun. Atau sejak punya dua anak, dari 4 anak. Sekarang, anak mereka sudah berumah tangga. Mereka sudah memberikan 8 cucu bagi korban dan pelaku.
 
"Kekerasan terakhir, membuat korban putus asa. Lima titik bagian tubuhnya lebam akibat dipukul suami. Di kepala, kaki dan kedua tangan. Parahnya, leher korban juga digigit hingga berdarah," ungkap Saprudin. 
 
Ia merasa, tindakan suami korban kali ini sudah keterlaluan. Didukung 4 anak dan keluarga lain, akhirnya korban melaporkan sendiri perbuatan jahat suaminya tersebut, ke Polsek Ciawigebang. Oleh polsek, di limpah ke Unit PPA Polres Kuningan.
 
Korban kemudian di visum di RSU El Syifa Kuningan. “Sudah di visum. Ada 5 titik, di kepala, kaki dan tangan. Yang parah di leher, sampai berdarah. Digigit itu,” terang Kakak Kandung Korban, Saprudin, usai mengantar korban memenuhi panggilan kedua Unit PPA Polres Kuningan, Senin (06/07/2020).
 
Menurut Saprudin, penganiayaan pelaku sudah keterlaluan. Meski diakui, tindak KDRT sudah terjadi lama. Ia bersama keluarga lain, sebenarnya sering mengingatkan, memberi saran kepada pelaku agar tidak terlalu keras, apalagi sampai menganiaya istri. Bagaimanapun, istri pelaku masih memiliki banyak saudara. Tapi saran itu, tidak di gubris.
 
"Adik saya ingin suaminya mendapat ganjaran setimpal. Dijebloskan ke penjara. Keinginan itu, sudah didukung 4 anak dan semua keluarga lain. “Ke polres sudah 2 kali. Saat laporan, dan kedua tadi ada panggilan. Ya ada beberapa pertanyaan,” ujar dia.
 
Saprudin berharap, kasus kakaknya ini segera dapat dituntaskan oleh kepolisian. Sehingga baik korban dan keluarga lain merasa lega. “Korban ingin keadilan,” tandas Saprudin. (Abel Kiranti)
kdrt polisi kuningan bingkaiwarta

Komentar

Berita Terkait