446
Thursday, 15 October 2020 09:57 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Boy Sandi : Apakah Lembaga DPRD Masih Perlu Kehormatan?

Boy Sandi : Apakah Lembaga DPRD Masih Perlu Kehormatan?

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Kedatangan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy ke Ponpes Husnul Khotimah, Selasa (13/10/2020) untuk meminta permohonan maaf dan mengklarifiksi diksi "limbah" dinilai cukup baik oleh Pengamat Kebijakan Publik, Boy Sandi.
 
Hanya saja, yang menjadi pertanyaan, kapasitas kehadirannya ini ditafsirkan bias.
Urutan logikanya, pertama apakah pernyataan Zul ini merupakan sikap resmi lembaga. "Karena, ketika Nuzul menyampaikan permohonan maaf di DPRD, Zul didampingi oleh 2 Wakil Ketua DPRD," kata Boy kepada bingkaiwarta.com, Kamis (15/10/2020).
 
Selanjutnya, Boy juga mengatakan, ketika kunjungan Nuzul Rachdy ke Ponpes Husnul Khotimah kemarin, Zul juga didampingi oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama. Ucapannya juga menggunakan ungkapan kata "kami". 
“Kami ini siapa? Ini pertanyaan-pertanyaan baru yang malah akan membuat publik semakin pusing dengan tontonan seperti ini. Apa yang mau dicontoh dari perilaku pejabat publik seperti ini?,” tanya Boy.
 
Meminta maaf dilakukan Nuzul setelah adanya desakan dari berbagai komponen menguat. "Hadirnya minta maaf ke Husnul, terkesan seperti siswa dipanggil Guru BK yang harus didampingi orang tua," ujarnya. Sesungguhnya, Ia tidak melihat lagi ini persoalan Nuzul Rachdy semata, tetapi bagaimana lembaga se-terhormat DPRD menjaga kredibilitas dan legitimasinya dimata masyarakat Kuningan.
 
"Sekarang bola panas sudah ada di Badan Kehormatan (BK) DPRD, silahkan BK bekerja profesional. BK tidak boleh mengambil keputusan karena tekanan atau pendekatan. Tinggal gunakan akal sehat, norma, etika, kewajaran dan kepantasan apakah lembaga DPRD masih perlu kehormatan,” tegasnya. (Abel Kiranti)
DPRD BK Husnul Khotimah Nuzul Rachdy Kuningan

Komentar

Berita Terkait