209
Sunday, 22 November 2020 19:00 (6 hari yang lalu)    Tulis Komentar

Bupati Kuningan dan Ketua Umum PBNU Resmikan Masjid An-Nahdloh dan Ground Breaking Asrama Santri Ponpes An-Nahdliyah

Bupati Kuningan dan Ketua Umum PBNU Resmikan Masjid An-Nahdloh dan Ground Breaking Asrama Santri Ponpes An-Nahdliyah

Bingkaiwarta, MALEBER - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH dan Ketua Umum PBNU Prof. DR. K.H Said Aqil Siradj, MA hadiri acara Peresmian Masjid An-Nahdloh dan Ground Breaking Asrama Santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah di Jl. Mekarsari Dusun Babakan RT 011 RW 012 Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Minggu (22/11/2020). Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU dan peletakan batu pertama oleh Ketua BPKHRI untuk pembangunan Asrama.
 
Masjid merupakan sebaik-baiknya tempat di muka bumi ini. Sebagai ummat Islam kita diingatkan agar senantiasa kita memperkuat bangunan persaudaraan, ukhuwah jema’ah sesama ummat Islam terlebih ukhuwah an-nahdliyyah. Pembangunan Masjid An-Nahdloh yang terletak di Dusun Babakan, Desa Padamulya, Kecamatan Maleber merupakan salah satu cara dan sarana yang dapat kita manfa’atkan supaya kita mampu melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Ketua Pelaksana, melalui SK PBNU menyatakan, wakaf pembangunan pesantren terlaksana dengan luas 5 hektare, dan sejak Bulan November 2019 mulai dibangun pesantren.
 
“Masjid dan seluruh lingkungan ini nilai keseluruhannya adalah 3,1 miliar, terdiri dari bangunan masjid seluas 605 meter persegi, rumah pengasuh seluas 196 meter persegi dan pembuatan jalan lingkungan masjid sepanjang 735 meter persegi, dan pembuatan pagar. Terimakasih kepada wakif, Bank BNI, BRI, BJB, Mandiri dan Telkom yang sudah membantu pembangunan ini," ujarnya.
 
PBNU berkolaborasi dengan BPKH RI dalam membangun asrama. hal tersebut sesuai dengan amanat UU dengan 3 tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji, rasionalitas dan efisiensi, dan meningkatkan manfaat kemaslahatan umat islam. Kegiatan BPKH RI diantaranya pendidikan dan dakwah, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan sapras keagamaan, sosial keagamaan dan kesehatan.
 
“Pembangunan asrama masuk kedalam pendidikan dan dakwah. Pembangunan masjid masuk ke sapras keagamaan. Kolaborasi ini merupakan mitra yang sangat strategis. Semoga dapat bermanfaat dan istiqomah,” kata Ketua BPKH RI.
 
Ditempat yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Kuningan, KH. Aminuddin, S.HI., MA menyampaikan, PCNU mendapat 500 meter persegi tanah dari Bupati Kuningan, yaitu sebelah barat terminal Ancaran. Ia berharap mudah-mudahan ke depannya pembangunan Gedung Terpadu NU yang direncanakan oleh PCNU dapat terlaksana. Ia juga berharap dengan dibangunnya masjid, Kuningan akan menjadi sentral pendidikan ulama.
 
"Alhamdulillah hari ini telah selesai pembangunan masjid. Semoga apa yang diberikan oleh PBNU melalui kebijakannya, hari ini akan diletakan batu pertama asrama pondok pesantren yang inshaallah akan menjadi ponpes Islam Nusantara. Saya harap, Kuningan menjadi sentral pendidikan Ulama yang bisa memberikan pencerahan pada umat," ucap Abah Aam, sapaan akrab beliau.
 
Sementara itu, Bupati Kuningan berharap Masjid An-Nahdloh akan dapat memancarkan cahaya Islam, menyebarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan dan kerukunan ummat dapat dijadikan sebagai sarana pemberdayaan dan menggali potensi keummatan.
“Melalui pembangunan masjid ini saya harap akan muncul berbagai pemikiran, konsep maupun langkah konkret dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi ummat islam. Kita juga berharap agar kita bersama-sama dapat memakmurkan masjid ini dan menjadikannya sebagai pusat kebudayaan dan penkajian ajaran Islam," ungkap Bupati.
 
Dikatakannya, pengembangan agama dan keberagamaan di Kabupaten Kuningan harus terus dipacu dan diperdayakan, keberadaan pondok pesantren madrasah dan majelis taklim telah banyak mewarnai dan memberikan kekhasan tersendiri bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.
 
“Pembangunan asrama santri pondok pesantren An-Nahdliyyah Padamulya sangatlah membantu dalam mewujudkan masyarakat yang islami. Harus diyakini bahwa pembangunan asrama pondok pesantren ini merupkan titik awal bagi kita untuk bangkit, untuk berbuat dan berjuang lebih keras lagi agar pesantren dan ummat islam di kabupaten kuningan meraih hidup maslahat dan manfaat dalam berbagai peran yang kita jalankan.” Pungkas Bupati Kuningan.
 
Turut hadir dalam acara ini Ketua Pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren An Nahdliyyah KH. Abdul Manan Ghani, Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji Republik Indonesia Prof. Dr. Anggito Abimanyu, Jajaran Pengurus Yayasan An Nahdliyyah Padamulya Maleber, Ketua PCNU Kabupaten Kuningan Abah. KH. Aminuddin, SHI., MA., Rois Syuriah PCNU Kuningan, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kuningan, Ketua Tim Penggerak PKK, Forkopimda Kabupaten Kuningan, Kepala Kementerian Agama Kuningan, Ketua Mui Kuningan, Ketua PCNU Wilayah 3 Cirebon, Ketua Pd. Muhammadiyah, PUI dan Persis, Ketua KPU, BAWASLU, BNN, dan BPN Kuningan, Unsur Muspika Maleber, Ketua Baznas Kuningan, Ketua Pd. IPHI Kuningan, Pimpinan/Kepala Bank BRI, BNI, Mandiri, BJB dan Kepala Telkom Kuningan, Kepala Desa Padamulya, Rois dan Ketua MWC NuU Se-Kuningan, Seluruh Ketua dan Pengurus Lembaga, Banom NU Kuningan, dan para Pimpinan Pondok Pesantren. (Abel Kiranti)
BUPATI PBNU MASJID PERESMIAN Kuningan Maleber

Komentar

Berita Terkait