311
Sunday, 27 September 2020 20:39 (3 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Bupati Kuningan : Seorang Bima Suci Boleh Berakhir Ditelan Bumi, Tapi Karyanya Tidak Akan Hilang

Bupati Kuningan : Seorang Bima Suci Boleh Berakhir Ditelan Bumi, Tapi Karyanya Tidak Akan Hilang

Bingkaiwarta, CIGANDAMEKAR - Bupati Kuningan H. Acep Purnama beserta unsur forkopimda hadiri acara Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Besar Perguruan Silat Bima Suci Kuningan masa bakti 2020-2024 di Hotel D'Jehan, Jl. Raya Sangkanurip No. 124 Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Minggu (27/9/2020).

Ketua IPSI Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra mengatakan, saat ini kita masuk pada zaman perubahan yang cepat tidak bisa diduga, sosial politik dan budaya penuh dengan kejutan, penuh dengan hentakan yang tidak bisa di prediksi, untuk bisa bertahan hidup untuk bisa tetap tumbuh dalam situasi tersebut. Satu satunya kemampuan yang harus kita perkuat adalah gaya bernafas, gaya penyesuaian diri dan managemen keuangan.

"Saya berpesan kepada semuanya, kelolalah organisasi dengan kemampuan adaptif yang semakin tinggi, karena sudah bukan jamannya lagi kita mengelola rutinitas, tapi harus bisa mengelola perubahan," ungkapnya.

bima suci

Ketua IPSI Provinsi Jawa Barat, H. Yaya Yahya menjelaskan, Bima Suci merupakan salah satu icon dari perguruan silat yang ada di Jawa Barat khususnya yang berada di Kabupaten Kuningan. "Mudah-mudahan untuk nanti PON di Papua, IPSI Jawa barat ini dapat menjadi juara umum, saya juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada Ketua Umum terpilih, mudah-mudahan anggota Bima Suci ini memiliki jiwa olahraga dan memiliki pemikiran untuk berprestasi. Karena silat ini merupakan suatu seni dan budaya yang harus kita pertahankan dan harus kita kembangkan," jelasnya.

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru di Perguruan Silat Bima Suci Kabupaten Kuningan.

“Silat dan tuntunan agama itu tidak bisa di pisahkan. Di dalam silat pasti ada tuntunan agama, moto Bima Suci Sholat, Sholawat, Silat dengan tuntunan agama. Saya berharap hal ini dapat membangun mental spiritual dan membangun jati diri sebagai pribadi maupun anak bangsa. Insya Allah dengan diawali kegiatan ini kita kedepannya dapat menyaksikan kelanjutan Bima Suci. Kita ketahui seorang Bima Suci boleh berakhir di telan bumi tetapi karyanya tidak akan hilang dan akan tetap wajib dilestarikan," pungkasnya. (Abel Kiranti)

Perguruan Silat Bima Suci

Komentar

Berita Terkait