491
Tuesday, 09 June 2020 21:08 (4 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Bupati Minta Pelaku Pariwisata Tak Terburu-buru Buka Tempat Wisata

Bupati Minta Pelaku Pariwisata Tak Terburu-buru Buka Tempat Wisata

Bingkaiwarta, CILIMUS - Tidak mau kecolongan dalam menghadapi New Normal atau Adaptasi Kehidupan Baru (AKB), Bupati Kuningan H Acep Purnama meminta pelaku jasa usaha pariwisata tidak terburu-buru dalam membuka usaha mereka.

“Meski besok New Normal, bukan berarti kita bebas sebebasnya. Jangan seperti kuda keluar dari kamar, lalu lari sekencang seenaknya. Jangan terburu-buru. Tetap bersabar,” tegas Bupati Acep disela Penguatan Strategi Pengembangan Wisata Unggul Terpadu, pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan, di Ballroom D’Jehan Hotel Sangkanhurip, Selasa (9/6/2020).

Terkait kepariwisataan, pemkab Kuningan tetap akan memberikan komando, sekaligus intruksi standar pengamanan Covid 19. Di objek wisata, pengunjung harus diatur sesuai protokol kesehatan. Sedangkan untuk di hotel meski pengunjungnya masih terbatas, juga sama. Termasuk restoran kursi duduk diatur jarak.    

Acep memahami betul giat penguatan strategi pengembangan wisata unggul terpadu disporapar ini. Cukup positif untuk mengantisipasi, dan melakukan hal-hal kedepan seperti apa. Ia hanya mengingatkan, masa New Normal tidak diartikan kembali ke zaman sebelum ada Covid 19.

Sambil taat komando pemerintah, Ia mengajak masyarakat pariwisata mengambil hikmah atas wabah Covid 19 ini. Salah satunya, membiasakan hidup sehat, menjaga jarak, termasuk menggunakan masker.

“Ini untuk memenuhi standar WHO, dimana antisipasi kapan Covid 19 akan berahir belum ada yang mampu jawab. Yang tahu hanya Allah SWT,” ujarnya.

Kepala Disporapar Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin menyebut, wabah Covid 19 telah menciptakan momentum terwujudnya harapan dan gagasan besar kepariwisataan Kuningan. Bagaimana menyusun strategi pengembangan, agar wisata Kuningan lebih mampu diandalkan. Sehingga nyata memberi ruang kebahagiaan bagi masyarakatnya, juga bagi para wisatawan.  

“Kita pastikan semua elemen, termasuk BTNGC akan ada dalam satu area komando pak bupati, dan disporapar. Artinya, ketika dibuka kapanpun operasional jasa usaha kepariwisataan oleh pak bupati, BTNGC tidak akan memisahkan diri. Tidak akan ujug-ujug bergerak sendiri,  melakukan tata kelola sendiri, tanpa ada langkah bersama kita. Tinggal menunggu sabar,” tandas Toto yang juga mantan Kabag Perekonomian. (Abel Kiranti)

Bupati Kuningan Kabupaten Kuningan Pelaku Pariwisata Pariwisata Usaha Wisata New Normal Adaptasi Kehidupan Baru AKB

Komentar

Berita Terkait