228
Monday, 13 July 2020 19:57 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Cegah Covid-19, 50 Pegawai Lapas Kuningan Ikuti Rapid Test

Cegah Covid-19, 50 Pegawai Lapas Kuningan Ikuti Rapid Test

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Sebanyak 50 pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan menjalani tes diagnosa cepat atau Rapid Diangnostic Test (RDT) tahap pertama di Ruang Tertutup Bengkel Kerja Lapas Kuningan, Senin (13/7/2020).

Seluruh pegawai Lapas Kuningan ini menjalani Rapid Test sebagai langkah antisipasi pihak Lapas untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Lapas. Pencegahan penularan virus Corona ke warga binaan menjadi perhatian serius Lapas Kuningan, sehingga pencegahan virus masuk lebih diutamakan, khususnya dari petugas yang masih keluar masuk lingkungan Lapas.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu, mengatakan Rapid Test massal di Lapas ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kuningan dan merupakan kegiatan ekstraordinary serta diprioritaskan. “Kami menganggap ini penting dan harus dilakukan sebagai ekstraordinary yang harus kita skala prioritaskan. Kita tidak ingin terjadi penyebaran atau klaster baru dan jangan sampai terjadi”, kata Gumilar.

Selain melakukan Rapid Test kepada pegawai, upaya Lapas mencegah penularan Covid-19 ialah dengan masih meniadakan kunjungan kepada warga binaan yang telah berlangsung selama pandemi Covid-19 di Kuningan terjadi. Meski demikian, penerimaan paket barang untuk penghuni Lapas tetap dibuka serta penyediaan kunjungan secara video call.

Rapid Test sendiri merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona.

Prosedur pemeriksaan Rapid Test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat Rapid Test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya. Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona.

Dari Rapid Test tersebut didapatkan hasil yaitu NON - REAKTIF (NEGATIF) bagi seluruh sampel yang diambil pada pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan. Dengan didapatkan hasil ini, Gumilar tetap menghimbau kepada jajarannya agar tetap selalu menjaga kesehatan, selalu berhati-hati dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Abel Kiranti)

pegawai Pemasyarakatan diagnosa Rapid Diangnostic Test Bengkel Kerja Lapas Kuningan

Komentar

Berita Terkait