465
Tuesday, 22 September 2020 07:46 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Dede Ismail : Kami Tidak Gila Jabatan!

Dede Ismail : Kami Tidak Gila Jabatan!

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Meskipun  harus rela kehilangan salah satu posisi Pimpinan AKD, namun hal itu dinilai biasa dan tak jadi persoalan bagi Fraksi Gerindra Bintang. "Saya tak berambisi soal jatah pimpinan pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Kuningan, " ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, H. Dede Ismail saat ditanya awak media, kemarin.

Menurutnya, Partai Gerindra berjalan sebagai oposisi itu sudah terbiasa. Bahkan, dulu ada yang lebih parah dalam perombakan AKD. Deis, sapaan akrabnya, ditinggalkan oleh semua fraksi dan menjadi satu-satunya yang harus digeser dari posisi jabatan ketua komisi.

"Ada yang lebih parah, dulu menjelang pemilu 4 bulan lagi, saya digeser dari ketua komisi. Itu hanya saya seorang diri,” ujarnya.

Meski fraksinya memiliki jumlah 8 kursi di legislatif, Ia menganggap, tidak perlu serakah atau berambisi berlebihan dalam mengambil posisi jabatan pimpinan AKD.

“Kami sih biasa aja, karena sudah terbiasa di oposisi. Seperti kemarin itu kan diberikan kepada sahabat kami dari PBB sebagai bagian dari Fraksi Gerindra Bintang. Ini satu bentuk bahwa kami tidak gila jabatan, kalau sekarang kami seperti ini, ya kami happy saja. Justru paling happy karena kami menerima koalisi bareng lagi sahabat kami dari Fraksi PKB, sebab sama-sama tidak masuk di unsur pimpinan AKD,” terangnya.

Deis mengatakan, jika fraksinya terbiasa diluar pemerintahan atau sebagai oposisi. Sehingga terjadinya perombakan AKD ini merupakan dinamika politik yang wajar terjadi. 

“Jadi sudah biasa di luar pemerintahan, seperti di awal pelantikan, kita sudah di luar pemerintahan dengan membentuk Koalisi Kuningan Bersatu. Kita harus menyuarakan aspirasi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kuningan, Ujang Kosasih menjelaskan, dirinya tidak setuju jika dikatakan Fraksi PKB DPRD tersingkir dari posisi jabatan pimpinan AKD. 

“Saya tidak setuju kalau itu dikatakan tersingkir atau terdepak. Sebab jika sudah sesuai dan tidak melanggar Tatib DPRD, maka sah-sah saja dilakukan,” jelas Ujang yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kuningan. 

Oleh sebab itu, Ujang sangat menghormati, keputusan lembaga DPRD Kuningan yang telah menetapkan reposisi di struktur AKD. Walaupun pihaknya menjadi salah satu yang harus rela melepaskan jabatan pimpinan AKD. 

“Saya tidak kecewa dengan adanya reposisi AKD. Ini dinamika politik yang wajar terjadi di lembaga DPRD Kuningan,” ungkapnya. (Abel Kiranti)

AKD Fraksi Gerindra Bintang Alat Kelengkapan Dewan

Komentar

Berita Terkait