Degradasi Intelejensi Manusia Modern

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-07 18:42:21+07

Degradasi Intelejensi sffheheh.jpg

 

Kuningan – Dari wikipedia diketahui bahwa zaman modern dimulai sejak tahun 1500 M keatas, tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya kekaisaran Romawi Timur, penemuan Amerika dan sebagainya. Manusia modern muncul ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, politik dan teknologi, manusia modern dinilai sebagai kemajuan zaman. Namun Sayyed Hossein Nasr seorang guru besar dan tokoh filusuf islam kontemporer berkebangsaan Iran, mengkritisi intelejensi manusia modern yang saat ini direduksi hanya pada rasio dan panca indra. Manusia modern cenderung benci pada kebijaksanaan (misosophia), kebalikan dari cinta kebijaksanaan (filosophia) karena manusia modern cenderung mendewakan akal.

Manusia modern mendualismekan ilmu pengetahuan, mensubyekan diri dan mengobyekan ilmu pengetahuan. Ilmu pengtahuan dijadikan obyek untuk menambah kekayaan dan digunakan untuk kepentingan diri sendiri. Manusia modern juga memisahkan antara ilmu pengetahuan dengan agama atau biasa kita sebut dengan sekuler. Jadi manusia modern menganggap sains dan agama itu dua hal berbeda tidak saling berkaitan. Sehingga jarang orang yang mempelajari sains dan menghubungkannnya dengan anugrah ketuhanan.

Manusia modern menyamakan intelejensi dengan rasio dan panca indra, sehingga manusia modern menganggap orang yang mempunyai intelejensi tinggi hanya pada akal dan panca indranya saja. Sama seperti anak yang pintar adalah anak yang mendapatkan peringkat satu di kelasnya, anak yang pintar adalah anak yang mendapatkan nilai tinggi pada mata pelajaran matematikanya dan masih banyak lagi lainnya. Padahal dalam diri manusia, Tuhan telah menganugrahkan naluri, imajinasi, nurani dan emosi sebagai intelejensi manusia disamping hanya logika saja. Manusia merupakan mahakarya tuhan, makhluk tuhan paling sempurna. Jika dianalogikan manusia itu seperti handphone canggih tetapi jika manusia mereduksi intelejensinya hanya pada akal dan panca indra sama saja handphone canggih tersebut digunakan untuk sms dan telepon saja.

Manusia modern mengalami degradasi intelenjensi, karena hanya menilai kecerdasan intelektual hanya pada akal dan panca indra. Sayyed Hossein Nasr mengatakan orang zaman dahulu lebih canggih daripada orang modern saat ini, karena orang zaman dulu hanya dengan intuisi dapat dijadikan ilmu pengetahuan. Mengandalkan perasaan dan batin sehingga menciptakan ilmu pengetahuan mitologi, tradisi dan budaya-budaya. Orang zaman dulu banyak menggunakan intuisi dalam kehidupannya, hal tersebut baik jika dibandingkan dengan zaman modern yang menilai sesuatu hanya dengan rasio dan empiris, contohnya pada kasus yang dialami seorang nenek di bagian pulau Indonesia yang memungut kayu untuk kebutuhan dapurnya pada tanah milik perusahaan besar kemudian nenek tersebut dihukum sesuai ketentuan hukum berlaku. Manusia modern saat ini tidak meggunakan intuisinya pada kasus tersebut sehingga sisi perasaannya menjadi rendah karena lupa bagaimana cara menggunakan nalurinya.

Karena mendewakan rasio dan empiris sehingga manusia modern menganggap metafisika hanya sebuah spekulatif yang isinya hanya spekulasi-spekulasi saja, padahal dalam dunia filsafat metafisika merupakan puncak dari falsafah. Karena manusia hanya menggunakan akal dan panca indra saja sehingga metafisika dinilai tidak rasio dan empiris, maka Seyyed Hossein Nasr mengatakan manusia modern kehilangan sesuatu yang penting yaitu ilmu metafisika, selain itu manusia modern juga kehilangan kepekaan perasaannya.

 

Penulis : Asisten Apoteker di Apotek K24 Kuningan dan Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Atin Suhartini.

15 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com












Berita Terkini

Categories