289
Wednesday, 03 June 2020 23:25 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Dirjen KSDAE Ungkap Tata Kelola Ekologi Gunung Ciremai Melalui Mikrobiologi

Dirjen KSDAE Ungkap Tata Kelola Ekologi Gunung Ciremai Melalui Mikrobiologi

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Wiratno mengatakan, beberapa tahun ini dirinya sudah mendengar soal formula mikrobiologi di Gunung Ciremai yang telah ditemukan, diuji coba laboratorium, dan digunakan kelompok masyarakat di sana

Hal itu dikatakannya saat membuka rapat online siang tadi Rabu, (3/6/2020). Tambah Wiratno, teman-teman di Ciremai menyebutnya Pertanian Sehat.

“Hasilnya sangat menggembirakan. Oleh karenanya akan segera kami laporkan kepada Menteri LHK yang selanjutnya akan disampaikan kepada Pak Presiden. Dalam waktu dekat ini, saya akan blusukan ke sana," katanya.

Dalam pertemuan daring itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC),Kuswandono mengatakan, Gunung Ciremai mempunyai 54 desa penyangga yang memiliki hubungan timbal balik ekosistem satu sama lain.

“Simbiosis ini bisa berupa interaksi yang saling menguntungkan, merugikan, atau tidak berpengaruh," katanya.

San Andre Jatmiko, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan menambahkan, ketika perubahan terjadi pada struktur ekosistem, maka menjadi pangkal perubahan fungsi ekologisnya, sehingga jasa (services) dan manfaat (benefits) yang tersedia pun mengalami perubahan.

“Semakin baik struktur ekosistemnya, maka fungsi ekologis, jasa dan manfaat ekosistemnya pun semakin meningkat," ujarnya.

Menurutnya, perubahan struktur ekosistem terjadi karena proses alami. Tapi juga oleh intervensi manusia, di antaranya pengaruh sistem produksi berbasis lahan di berbagai bidang.

“Misalnya kehutanan, pertanian, industri, dan infrastruktur fisik. Semua itu berkontribusi terhadap perubahan struktur ekosistem,” ungkapnya.

Sementara itu, Pakde Padmo, anggota Gugus Tugas Multipihak (GTM) KSDAE yang juga pernah menjabat Kepala Balai TNGC menambahkan, perubahan struktur ekosistem tadi bisa mengubah jasa ekosistem.

“Oleh karena itu memulihkan ekosistem agar fungsi ekologis berjalan kembali harus dilakukan," tuturnya. (Abel Kiranti)

Dirjen KSDAE KLH Tata Kelola Ekologi Gunung Ciremai Mikrobiologi Kabupaten Kuningan

Komentar

Berita Terkait