201
Thursday, 17 September 2020 21:07 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

DLHK Sediakan Truk Pengangkut Kohe

DLHK Sediakan Truk Pengangkut Kohe

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Polemik tentang kohe (kotoran hewan) di Kecamatan Cigugur, saat ini masih dalam pembinaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kuningan. Sebagai tindak lanjut dari permasalahan yang ada, DLHK kini telah menyediakan truk pengangkut khusus kotoran hewan (kohe) dari ribuan peternak sapi di Kecamatan Cigugur.

Kabid Pengendalian Pemulihan dan Penegakan Hukum Lingkungan, Asep Abdusyakur menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan kohe yang dari sejak dulu terus menjadi polemik. "Kami terus memberikan himbauan kepada para peternak sapi agar tidak membuang kohe sembarangan. Selain itu, kami juga telah menyediakan truk pengangkut kohe. Untuk sementara kohe tersebut ditampung dilahan kosong seluas 2 hektare milik pemerintah daerah yang terletak di Kelurahan Cipari. Rencana kedepannya, kohe ini akan digunakan pupuk tanaman di Kebun Raya Kuningan," jelas Asep kepada bingkaiwarta.com, Kamis (17/9/2020).

Asep menambahkan, selain menyediakan truk pengangkut kohe, pihaknya juga sedang fokus dalam penyadaran kebersihan bagi peternak dan masyarakat sekitarnya. Terutama cara bagaimana dalam pembuangan kohe itu sendiri. "Salah satu cara agar kohe tidak dibuang langsung ke sungai yaitu peternak harus mempunyai lahan sisa sebagai tempat penampungan kotoran. Akan tetapi, dari 7 ribu peternak sapi sebagian besar mereka belum mempunyai lahan kosong untuk menampung kohe. Sehingga kotoran sapi tersebut dibuang langsung ke sungai," tuturnya.

kabid

Dikatakan Asep, mereka membuang kohe ke sungai dengan cara mencampurkannya dengan air lalu dibuang ke sungai. Sehingga mengotori aliran sungai yang ada. "Padahal dari sejak dulu, anjuran dan edaran agar tidak buang kohe ke sungai, itu sudah disosialisasikan. Tapi ya begitu, kesadaran mereka masih kurang," ujarnya.

Asep mengungkapkan, pihaknya sekarang masih maping peternak dan akan di usulkan ke kementrian. Ada 3 alternatif yaitu ipal, pabrik kompos dan alat peredam panas. Rencana akan di kelola menjadi rumah kompos. Untuk itu, Ia berharap kepada masyarakat khususnya peternak sapi agar sadar terhadap kebersihan lingkungan. "Karena bagaimanapun juga, jika hanya pemerintah yang bergerak tapi tidak ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri, maka lingkungan tidak akan bisa terjaga dengan bersih dan pastinya terus tercemari," pungkasnya. (Abel Kiranti)

kotoran hewan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DLHK

Komentar

Berita Terkait