175
Tuesday, 08 June 2021 21:27 (1 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

dr. Jares : Cegah Corona dengan 5M

dr. Jares : Cegah Corona dengan 5M

Bingkaiwarta, CIAWIGEBANG - Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Tim Velox Badan Intelijen Negara terus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru (AKB) serta penyemprotan dekontaminasi.

Dihari keempat, Tim Velox Badan Intelijen Negara mendatangi Ponpes Al-Ikhlas (putri) di Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Selasa (8/6/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut 

Ketua Yayasan Ponpes Al Ikhlas (putri) KH. Apandi, Pengasuh Ponpes santri putri Ustadz Asep Saefudin, Kapolsek Ciawigebang Kompol Yayat Hidayat, Danramil 1509/Ciawigebang Kapten Kav Suharto, dan Camat Ciawigebang Pepen Supendi.

Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlas Putri, KH. Apandi mengucapkan terima kasih kepada Tim Velox BIN Pusat yang telah mau melaksanakan sosialiasi edukasi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi. Sehingga dapat memberikan pengetahuan tentang kesehatan dalam didalam ponpes.

"Dengan sosialisasi ini, kita dapat memperoleh hak dan kewajiban kita diantaranya dengan menjaga protokol kesehatan. Di Ponpes Al Ikhlas ini kami sudah menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan oleh para santriwati disini dengan menjaga kebersihan sehingga protokol kesehatan secara ketat dilaksanakan," ujarnya.

Dikatakannya, untuk santri yang sudah libur dan masuk ponpes harus menunjukan surat keterangan Covid-19 negatif, sementara untuk kunjungan terhadap para santriwati hanya sampai dengan depan gerbang Pos Ponpes.

Tim medis Velox Badan Intelijen Negara dr Jares menjelaskan, bahwa kita sekarang bergerak menuju masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), maka penting untuk memahami apa artinya dalam kehidupan sehari-hari. AKB merupakan proses bertahap yang tergantung pada situasi di daerah masing-masing. "Menerapkan adaptasi kebiasaan baru menjadi hal penting. Hal yang tak kalah paling penting dalam mewujudkan adaptasi kebiasaan baru ini adalah masyarakat. Perlu masa adaptasi untuk penerapan protokol kesehatan, membatasi aktivitas sosial baik di rumah maupun dalam pekerjaan, menghindari kerja tatap muka dengan meeting virtual. Belum lagi anak-anak yang dipaksa sekolah secara online," jelas dr. Jares.

Setiap orang memiliki kewajiban untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain sehingga penerapan 3M itu menjadi kunci untuk bertahan dalam pandemi ini. Kebiasan baru yang akhirnya harus kita lakukan adalah dengan membawa masker, hand sanitizer, obat kumur antiseptik, vitamin, botol air minum pribadi, face shield, peralatan ibadah, peralatan makan, dan tissue basah.

"Untuk mencegah penyebaran Covid-19, kita harus memakai masker, menjauhi kerumunan, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas (5M). Dengan mematuhi protokol kesehatan, Insya Allah kita akan terhindar dari virus yang membahayakan ini," ungkapnya. (Abel Kiranti)

Tim velox Bin Ponpes al ikhlas Covid 19

Komentar

Berita Terkait