Dua Rumah Dan Jalan Di Dua Desa Kecamatan Maleber Tergerus Longsor

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-10-26 22:00:15+07

Dua Rumah Dan Jalan Di Dua Desa Kecamatan Maleber Tergerus Longsor1.jpgRumah Suhana, 50, warga Rt. 07/11, Dusun Dusun Singkup, Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, salah satu dari dua rumah yang hancur akibat longsor yang terjadi pada Selasa malam (25/10).

 

Kuningan – Dua desa di Kabupaten Kuningan, yakni Desa Padamulya, dan Desa Cipakem, Kecamatan Maleber diterpa musibah bencana tanah longsor, yang mengakibatkan 2 rumah warga rusak, serta jalan utama penghubung antar desa amblas, pada Selasa malam (25/10).

Serka Herman, Babinsa Desa Padamulya, Koramil Lebakwangi (Kecamatan Maleber masih menginduk ke Koramil Lebakwangi) mengungkapkan, longsor yang terjadi pada Selasa malam tersebut di Desa Padamulya menghantam Dusun Singkup dan Dusun Cimulya.

Jika di Dusun Cimulya, kata Herman, jalan desa amblas terseret longsor hingga puluhan meter ke dalam jurang, serta mengancam keselamatan warga yang melintas, sedangkan di Dusun Singkup, atau tepatnya di Rt. 07/11 longsoran tanah itu telah mengakibatkan rumah milik Suhana, 50, dan Suhadi, 55, rusak parah.

“Saat ini keluarga penghuni kedua rumah tersebut telah dievakuasi sementara ke rumah tetangga terdekat mereka, karena memang kedua rumah yang terkena dampak longsor ini mengalami rusak berat, terutama di bagian belakang, dan sekarang anggota Koramil dibantu warga sedang berusaha memperbaikinya,” kata Herman kepada BINGKAI WARTA, Rabu (26/10).

Menurut Herman, daerah yang saat ini mengalami bencana memang merupakan wilayah rawan longsor, apalagi dalam beberapa hari ini curah hujan dengan derasnya terus menerus mengguyur, mengakibatkan tanah yang didiami penduduk dengan kontur berundak itu mengalami pergeseran.

“Selain memang Desa Padamulya, atau sekitar Kecamatan Maleber ini merupakan salah satu wilayah rawan longsor di Kabupaten Kuningan, turunnya hujan deras terus menerus, dan kondisi bangunan bagian belakang rumah yang sudah rapuh juga mengakibatkan bencana ini terjadi,” ujarnya.

Edi Kaur Pemerintahan Desa Padamulya menambahkan, amblasnya jalan desa yang berada tepat di Dusun Cimulya itu terjadi setiap musim penghujan, “Jalan tersebut padahal baru diperbaiki, tapi sekarang malah longsor kembali. Untuk mengantisipasi warga yang melintas ke jalan ini, untuk sementara kami bersama warga membuat pagar pembatas dari bambu,” ungkap Edi.

Dan longsornya tanah di area jalan raya juga terjadi di jalur jalan Desa Padamulya menuju Desa Cipakem, tepatnya di Dusun Seklok, Desa Cipakem. Namun, di wilayah ini tidak amblas, tetapi terkubur tanah dari tebing yang tepat berdiri di atas badan jalan.

Seperti dijelaskan Agus Waryo, 45, Kepala Dusun Seklok, Desa Cipakem, bahwa ruas jalan di wilayah tersebut memang rata-rata berada di antara tebing, sehingga tiap musim hujan seperti sekarang, mudah diterjang longsor.

“Saat ini warga tengah berusaha memindahkan tanah dan bebatuan yang runtuh terbawa longsor, serta mengubur hampir seluruh badan jalan, agar bisa segera bisa dilewati kembali, karena walau bagaimanapun jalan ini merupakan jalur utama desa kami menuju wilayah lain,” terangnya.(Elly Said)

 

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories