Dukun Cabul Ditetapkan Sebagai Tersangka

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-12-07 14:52:02+07

Dukun Cabul Ditetapkan sfsfsf.jpg

Waka Polres Kuningan Kompol Hilman Muslim, menunjukan pelaku tindak persetubuhan terhadap anak dibawah umur, didampingi Kepala Sat Reskrim Polres Kuningan AKP Reza Fahlevi (kiri), KBO Sat Reskim Iptu Ayi Sujana (ketiga dari kiri), dan penyidik, pada ungkap perkara di aula gedung Sat Reskrim Polres Kuningan, Jum’at (6/12/2019).

 

Kuningan – Wakil Kepala Polres Kuningan Kompol Hilman Muslim, didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kuningan AKP Reza Fahlevi, membenarkan pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan modus operandi mengaku sebagai orang pintar alias dukun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini kasusnya persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Tersangka saudara TDR, kemudian korban saudari WF,” kata Wakapolres, didampingi Kasat Reskrim, pada Konferensi Pers 11 Perkara di aula gedung Sat Reskrim Polres Kuningan, Jum'at (6/12/2019).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Nusaherang dibuat geger dengan terkuaknya kasus dukun cabul. Kasus ini melibatkan tersangka berinisial TDR (54) warga Desa/Kecamatan Nusaherang, terhadap seorang perempuan yang kini berusia 20 tahun.

“Jadi ini kejadiannya korban saat ini sudah berumur 20 tahun. Tapi awal kejadian itu berlangsung dari korban umur 16 tahun. Berarti sudah sekian tahun sampai sekarang berapa tahun? Berulang-berulang. Memang saat ini korban sudah dewasa. Tapi awal kejadian itu masih dibawah umur,” jelasnya.

Tindak persetubuhan itu, kata Wakapolres, dilakukan sejak tahun 2014. Modus operandinya pelaku menyebut di dalam tubuh korban terdapat makhluk halus. Dan untuk mengobatinya harus melakukan tindakan tersebut.

“Pelaku itu modusnya, menyampaikannya, dengan dalih bahwa di korban itu ada sesuatunya. Ada makhluk ghaib apa lah namanya, ada dalamnya, ada ularnya. Itu dengan harus disyaratin sama pelaku, harus dikawin, bukan dikawin dalam arti nikah resmi, tidak, dalam tanda petik. Sehingga, nanti itu bisa bersih, ular itu bisa keluar. Modus operandinya seperti itu,” paparnya.

Meski korban sempat menolak saat diberi tahu saran itu. Namun, karena terus didesak dengan alasan khawatir berdampak buruk pada kehidupan, dan diancam akan disebarkan rahasia pribadi korban, maka korban tidak bisa melawan.

Kasus ini pun akhirnya terkuak. Sebab, dimanapun menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Peribahasa itu dinilai cocok karena pada akhirnya kedua pihak keluarga mengetahui akan hal tersebut. Ujungnya, pelaku ditangkap dan harus tidur di balik jeruji besi.

Usut punya usut, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh polisi, pelaku pun diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan korban, “Iya kekerabatan. Masih punya hubungan kerabat dengan orang tuanya,” ujar AKP Reza Fahlevi.

Dari kasus ini Wakapolres menghimbau masyarakat Kuningan agar sebisa mungkin menjaga keluarga dan anak-anaknya. Harus diingat pula bahwa Kabupaten Kuningan adalah wilayah yang agamis.

“Diperkuat pemahaman-pemahaman akan hal-hal yang seperti itu. Sehingga, keluarga masing-masing tidak mudah kena bujuk rayu. Kalau kita agamis otomatis kita juga akan tidak mudah kena tipu-tipu yang berbau mistis,” pesannya.

Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat 1 dan 2 UUD RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 milyar. (TedyAgeng)

Baca Juga : Terkuaknya Dugaan Kasus Dukun Cabul di Desa Nusaherang

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com














Berita Terkini

Categories