195
Thursday, 23 July 2020 08:37 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Empat Strategi Dalam Cegah Deteksi Bahaya Karhutla

Empat Strategi Dalam Cegah Deteksi Bahaya Karhutla

Bingkaiwarta, CILIMUS - Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Karhutla, Sat Binmas Polres Kuningan telah melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Ayong Jl. Raya Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Rabu (22/7/2020).

Kegiatan yang mengusung tema "Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kuningan" ini dibuka langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik dengan didampingi Kasat Binmas Polres Kuningan AKP Marsoni dan Kapolsek Cilimus AKP Setyo Aji.

Acara FGD ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari masyarakat desa pinggiran Gunung Ciremai diantaranya Desa Cisantana, Pajambon, Sangkanherang, Linggarjati, Setianegara dan Cibuntu dengan menghadirkan pemateri dari BPBD Kabupaten Kuningan Heru Hermawan, San Andre Jatmiko dari BTNGC Kabupaten Kuningan dengan moderator IPTU Deden dan Aipda M. Khafid.

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengungkapkan betapa  pentingnya strategi dalam peningkatan penanganan Karhutla mulai dari pusat hingga daerah untuk melakukan pencegahan, early warning, penetapan siaga darurat lebih dini, menerapkan reward and punishment, dan peninjauan lapangan serta mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla di wilayah mereka.

"Selain itu, kita juga harus mempunyai strategi dalam melakukan teknik modifikasi cuaca untuk pengaturan ritme hujan. Mudah-mudahan kesiapan kita dalam modifikasi cuaca, kiranya bisa membuat kita melakukan pengaturan ritme hujan,” ungkap Kapolres kepada bingkaiwarta.com, Kamis (23/7/2020).

Kapolres Kuningan menghimbau kepada semua pihak harus meletakkan kewaspadaan tinggi dalam menghadapi kemarau. Maka berdasarkan evaluasi telah dapat diidentifikasikan arah langkah kedepan dalam kewaspadaan dan monitoring cuaca yang tidak menunggu sampai musim kemarau tiba.

"Selain itu, kita juga harus melakukan inovasi untuk mempercepat dan mempermudah upaya pencegahan Karhutla. Misalnya cetak desa mandiri, pengendalian ruang wilayah oleh swasta dan masyarakat pada lahan hutan dan kebun serta pembukaan lahan tanpa bakar. Itu semua menjadi langkah penting," ujarnya. (Abel Kiranti)

Karhutla kebakaran hutan Fokus Group Discussion pencegahan kebakaran

Komentar

Berita Terkait