Fenomena Berburu Telolet Marak Di Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-12-05 19:16:00+07

Kemeriahan Telolet.jpg

Tampak Anak-anak tengah berjejer di pelataran trotoar menantikan kedatangan bus yang menggunakan klakson dengan bunyi khas, telolet, untuk selanjutnya direkam dan diunggah ke media sosial, kemarin.

 

Kuningan – Maraknya kendaraan besar yang menggunakan klakson dengan bunyi khas, yang dikenal dengan sebutan “telolet”, menjadi hal yang dicari dan dinanti-nantikan oleh anak-anak disekitar terminal Ciawigebang Kuningan.

Seperti yang terlihat dalam pantauan BINGKAI WARTA, kemarin, di pelataran trotoar terminal Ciawigebang, beberapa anak terlihat berdiri sambil memegang smartphone kesayangnnya dan mengawasi laju setiap bus besar antar kota atau antar provinsi (AKAP), yang masuk ke terminal tersebut.

Tujuan mereka dalam menunggu  kedatangan bus tersebut untuk mendapatkan bunyi klakson telolet, lalu merekamnya kedalam smartphone untuk selanjutnya diunggah ke media sosial seperti Youtube dan Facebook.

Ketika bus dengan klakson telolet tersebut melintas ke hadapan mereka, sesekali mereka berteriak dan memberikan kode berupa jempol yang digoyang-goyangkan ke arah sang supir, lantas sang supir merespon dengan membunyikan klakson trending tersebut.

Tak tanggung-tanggung, ketika bus PO Luragung Jaya yang datang dari arah Jakarta, membunyikan klakson telolet-nya dengan suara yang cukup nyaring dan panjang, membuat jejeran anak-anak tersebut bergegas merekam bunyi tersebut.

Salah seorang anak pemburu bunyi telolet, Rafi Aditya, 14, mengaku sudah sejak beberapa bulan terakhir memburu bunyi telolet dari klakson bus-bus besar tersebut. Alasannya memburu telolet itu tak lain hanya untuk bersenang-senang.

“Seru. Apalagi kalau bisa dapat rekaman suara teloletnya yang panjang dan lama, nanti  rekamannya kami unggah ke Facebook atau Youtube untuk diadu dengan rekaman milik teman yang lain,” ujar siswa kelas VII SMPN I Ciawigebang kepada BINGKAI WARTA, di terminal Ciawigebang, kemarin.

Sementara itu, salah satu rekan Rafi, Bagus, 15, mengatakan bahwa tidak semua bus bisa membunyikan telolet. Biasanya, bus yang memiliki klakson telolet tersebut, dari kejauhan sudah terdeteksi dengan adanya lampu strobo dibagian atasnya.

“Bus tersebut, selain membunyikan klakson telolet, juga dipasangi lampu strobo agar kelihatan keren. Apalagi, bunyi teloletnya sampai delapan nada, jadi panjang,” tutur Bagus.

Kebiasaan anak-anak dalam memburu bunyi telolet tersebut memang sudah terjadi sejak lama. Bahkan, kebiasaan tersebut sudah menjadi viral dimedia sosial karena jumlah unggahannya yang semakin banyak.

Kisah unik berburu bunyi telolet yang merupakan hobi baru itu, mereka ulang setiap kali di waktu luang sore hari di pinggir jalan ataupun di sekitar terminal Ciawigebang. Tapi, yang paling banyak, jelas berada di sekitar wilayah terminal yang menjadi jalur keluar-masuk bus-bus besar.

Salah seorang petugas Terminal Ciawigebang Sahadi, 55, mengaku tidak mempermasalahkan dengan kebiasaan anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku SD ataupun SMP dalam kisah unik ini. Hanya saja, ia berharap dalam memburu bunyi telolet dari klakson bus besar, anak-anak tersebut tetap memperhatikan keselamatan.

“Kalau di terminal, ya saya ijinkan, cuma di luar tidak diperbolehkan. Saya khawatir saja, kalau mereka terlena memburu kesenangan, justru bisa membahayakan keselamatannya sendiri,” pungkas Sahadi. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories