Gedung Perundingan Linggarjati Saksi Bisu Diplomasi Kedaulatan Indonesia

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-09-03 15:40:58+07

Gedung Perundingan Linggarjati.jpg

 

Jalan-jalan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat seakan tidak lengkap apabila tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah bangunan yang mempunyai nilai sejarah tinggi, bangunan tersebut adalah Gedung Perundingan Linggarjati, sebuah tempat yang terletak tepat di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara, kearah utara dari kota Kuningan, atau arah selatan dari Cirebon.

Tercatat sejarah dari bangunan ini, 1935 oleh Van Hetker gedung ini di kontrak dan mengalami renovasi menjadi Hotel Rustrood. Pada zaman pendudukan Jepang direbut dan dijadikan Hokai Ryokai pada 1942. Lalu di tahun 1945 pejuang kita berhasil merebutnya dan dijadikan sebagai markas BKR dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka.

Pada 10 hingga 13 November 1946 menjadi tempat berlangsungnya perundingan bersejarah antar pemerintah Rapublik Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Belanda, dimana perundingan tersebut merupakan upaya perjuangan Indonesia melalui jalur diplomasi untuk mendapatkan kedaulatan bangsa.

Diantara isi pokok perjanjian Linggarjati yakni, Belanda mengakui secara De Facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa dan Madura. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama membentuk negara Indonesia Serikat yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia, kemudian Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia –Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

Bentuk asli bangunan masih dipertahankan, beberapa benda asli dan replika benda yang dipergunakan pada masa perundingan dapat disaksikan didalam gedung yang kini berfungsi pula sebagai museum, jika anda berminat mengunjungi, fasilitas yang tersedia saat ini adalah tempat parkir, kios jajanan, mushola, toilet, taman terbuka, juga terdapat auditorium yang menayangkan film dokumenter ‘Perundingan Linggarjati’ dan sekilas tentang pariwisata di Kuningan.

Gadung Perundingan Linggarjati mempunyai sejarah panjang, orang yang pertama kali memperbaiki gadung ini dan menjadikannya rumah keluarga adalah Johannes Van Os pada tahun 1930, sebelumnya rumah ini hanyalah sebuah gubuk milik ibu Jarsiem yang kemudian diperistri oleh orang Belanda.

Kemudian pada tahun 1950 sampai tahun 1975 sempat dipergunakan untuk Sekolah Dasar Linggarjati, kemudian akhirnya gedung ini dijadikan musieum setelah direnovasi. Hal ini berkat hasil perjuangan Dr. Willem Van Osdanjoty Kulve Van Os anak sang pemilik rumah yang memang dibesarkan di rumah ini, sehingga gedung ini dikukuhkan sebagai cagar budaya dan memiliki nama Gadung Perundingan Linggarjati.

Tidak sulit untuk mencapai gedung ini, apabila menggunakan bus dari Jakarta, bisa turun di dipertigaan Linggarjati yang berada di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus. Apabila menggunakan pribadi dari kota Kuningan hanya berjarak 30 menit ke arah utara. (Pram)

 
 
3 years ago, by BingkaiWarta
Category : PERNIK

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories