353
Friday, 10 July 2020 19:25 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Guru Harus Memiliki Literasi Baru

Guru Harus Memiliki Literasi Baru

Bingkaiwarta, CILIMUS - PGRI Kabupaten Kuningan Gelar Konferensi Kabupaten XXII PGRI Kuningan Tahun 2020 dengan tema "Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi dan Perannya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 Sebagai Penguatan PGRI Kuningan SMART DAN MANDIRI" di Hotel Jehans, Kamis (9/7/2020).

Hadir dalam acara Bupati Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kabupaten Kuningan, Forkopimda Kabupaten Kuningan, Kadisdikbud Kab. Kuningan, Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd, Ketua PGRI Kab. Kuningan H.Pipin Mansur Aripin, M.Pd dan Para Peserta Konferensi Kabupaten XXII PGRI Kuningan Tahun 2020.

Ketua panitia penyelenggara, Dadi Hernadi menuturkan, tujuan kegiatan tersebut sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban program kerja PGRI Kuningan masa bakti 2015/2020 , penetapan program kerja PGRI Kuningan 2020/2025, penetapan susunan dan personalia PGRI Kuningan 2020/2025.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan H. Piping Mansur Aripin menjelaskan Konferensi ini merupakan kali kedua dilaksanakan, ditengah-tengah keprihatinan pandemi Covid-19.

"Kita menyepakati akan mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan PSBB, dan alhamdulillah berkat kesabaran semuanya terutama teman-teman para anggota yang mewakili ranting dan cabang akhirnya membuahkan hasil yang manis walaupun kita akan selalu tetap menjaga bagaimana pelaksanaan ini mengacu pada standar protokol kesehatan," jelasnya.

Lebih lanjut Pipin mengatakan "Mari kita bahas program yang bagus yang bersinergi dengan pemerintah daerah, mari kita bahas program yang merupakan sebuah kebutuhan dari anggota PGRI kabupaten Kuningan," ujarnya.

Bupati Kuningan H.Acep Purnama mengapresiasi kegiatan tersebut yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Ia mengatakan guru di era sekarang, harus memiliki keterampilan dalam Literasi Baru, yang terdiri dari literasi digital, literasi teknologi dan literasi manusia.

"Literasi Baru akan membuat guru kompetitif. Literasi digital terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh.Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif," ungkapnya.

Dengan demikian, menurutnya, dengan  adanya kemampuan literasi baru ini menjadi modal bagi guru untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang.

"Seorang guru diharapkan jangan pernah berhenti belajar (never stop learning). Namun, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, yaitu ketulusan, kejujuran, dan "hati" dari seorang guru. Peran guru secara utuh sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, "orang tua" di sekolah tidak akan bisa digantikan sepenuhnya dengan kecanggihan teknologi. Karena sentuhan seorang guru kepada para peserta didik memiliki kekhasan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang ataupun digantikan oleh teknologi," pungkasnya. (Abel Kiranti)

PGRI Organisasi Profesi Mutu Pendidikan Konferensi Kabupaten XXII

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait