Hari Libur Ratusan Pelajar Berkumpul di SMAN 3 Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-11-09 22:51:11+07

Hari Libur Ratusan Pelajar Berkumpul ssf.jpg

FASE di SMAN 3 Kuningan dihadiri perwakilan ratusan pelajar di Kabupaten Kuningan, Sabtu (9/11/2019).

 

Kuningan – Meskipun hari ini, Sabtu (9/11/2019), merupakan tanggal merah namun ratusan pelajar setingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Kuningan masih memakai seragam sekolah dan berkumpul di Bale Rancage atau Aula SMAN 3 Kuningan sejak pagi.

Kehadiran mereka untuk menjadi peserta dalam acara pengenalan dan sosialisasi Forum Osis Jawa Barat (FOJB) melalui FOJB Around School Education (FASE).

Kendati para pengurus merupakan siswa tingkat menengah atas, namun mereka mampu mengemas acara itu dengan menarik dan meriah, serta tentunya memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi peserta.

Disamping itu, mereka yang pada dasarnya adalah generasi muda juga sudah mampu berkoordinasi untuk berkumpul, sehingga menciptakan suasana persatuan di tengah perbedaan sekolah masing-masing. Mereka jadi satu, berbaur bersama siswa lainnya di SMAN 3 Kuningan.

Ketua Pelaksana Kegiatan Rifqi Fadilah, menjelaskan, FASE adalah sebuah ruang untuk mengenalkan FOJB mulai dari tujuan, program, aktivitas, hingga manfaatnya. Para siswa yang hadir saat itu diajak pula melihat beberapa program yang sudah berjalan melalui audio visual yang menarik.

Hari Libur Ratusan Pelajar Berkumpul di SMAN 3 Kuningan (2).JPGPara peserta yang hadir diajak untuk bergembira kala mengikuti acara itu karena panitia sudah membuat konsep yang sedemikian rupa unik dengan memadukan unsur modern dan tradisional, sehingga peserta tak jemu karena terus disuguhkan penampilan-penampilan yang sesuai dengan zamannya.

“FOJB adalah sebuah media untuk berkumpul atau bersilaturahmi dan berbagi ilmu perihal tentang OSIS atau pun perihal tentang yang lainnya. Misalkan kita sharing tentang pelajaran atau aktivitas di sekolah masing-masing,” kata Rifqi, didampingi Nur Rohman, pembicara dalam acara FASE.

Rifqi dan Nur Rohman sendiri adalah panitia yang berperan menerangkan apa itu FOJB dihadapan ratusan siswa dari berbagai sekolah. Mereka berdua adalah dua siswa berbeda sekolah yakni Rifqi dari SMAN 2 Kuningan, sedangkan Nur Rohman dari SMAN 1 Beber, Cirebon.

Mereka berdua terlihat kompak dan sangat berani kala tampil dihadapan para siswa lain untuk memaparkan materi melalui presentasi tentang FOJB. Persatuan diantara keduanya begitu terpancar ketika silih berganti menerangkan organsisasi forum OSIS pertama kali di tingkat provinsi di Indoesia itu.

“Jadi FOJB itu adalah tempat wadahnya kita berkumpul untuk para pelajar di Jawa Barat,” kata Nur Rohman.

Awalnya, kata Nur Rohman, FOJB berdiri atas tantangan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada tahun 2013 yang meminta kepada dewan pendiri FOJB untuk mengumpulkan 1.500 siswa di Jawa Barat.

“Pada saat itu FOJB itu untuk mencari identitas diri dan eksistensi kepada para pelajar. Jadi ketika pertama kali diresmikan, Bapak Gubernur itu (Ahmad Heryawan) menantang kepada dewan pendiri kami bahwasanya bisa enggak mengumpulkan 1.500 pelajar khususnya pengurus OSIS di Jawa Barat. Nah alhamdulilah pada saat itu dewan pendiri kami berhasil mengumpulkan lebih dari 1.500 pelajar di Kota Bandung, tepatnya di Gedung Senpik,” tuturnya.

Kondisi saat itu, kata dia, disebut sebagai fase pertama atau pembentukan, tepatnya pada 5 Januari 2013. Selanjutnya berturut-turut pada tahun 2015-2017 adalah fase kedua atau membangun sistem dan kapasitas. Kemudian tahun 2017-sekarang fokus berkolaborasi dan melanjutkan kehidupan organsisasi.

Visi dari FOJB sendiri adalah menciptakan OSIS yang bersatu, berakhlak mulia, aktif, kritis, kreatif dan memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan yang baik, serta berdayaguna dan ikut serta dalam pembangunan Provinsi Jawa Barat.

Untuk menjalankan visi tersebut mereka memakai misi diantaranya melalui peran OSIS di tiap sekolah yang berfungsi untuk membina, kemudian pelajar secara umum untuk menggalang kerja sama antar pelajar di tingkat lokal maupun nasional.

Selanjutnya, masyarakat berfungsi untuk menjalin komunikasi dan kerja sama. Lalu, nasionalisme adalah mengembangkan dan meningkatkan integritas moral, jati diri bangsa dan semangat nasionalisme di kalangan pelajar.

“Jadi kalau untuk tingkat nasionalisme kami itu lebih sering itu lewat sosial media. Seperti peringatan hari-hari besar nasional. Lalu ada aspirasi pelajar, yaitu melaksanakan upaya-upaya agregasi dan artikulasi terhadap berbagai aspirasi dari kepentingan pelajar,” katanya.

Hari Libur Ratusan Pelajar Berkumpul di SMAN 3 Kuningan (3).JPGSelain mengenalkan berbagai kegiatan dan program FOJB, pada FASE yang digelar di Kuningan ini juga diisi dengan sosialisasi dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, M.Si.

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN mengupas materi tentang Pemimpin Muda Jawa Barat Bersih Narkoba. Intinya, Edi mengajak semua peserta untuk bersama-sama mengindari narkoba karena dapat merusak generasi bangsa.

Edi pun menilai kegiatan ini sangat baik karena menghadirkan hampir seluruh perwakilan siswa dari setiap sekolah di Kabupaten Kuningan. Ia berharap sepulangnya dari FASE para siswa bisa mendorong sekolahnya untuk menjadi Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar).

“Bagus tadi pertanyaannya, bagus-bagus. Mereka kan belum mengerti apa itu narkoba jadi pada bertanya, bagus ini,” tutup Edi. (TedyAgeng)

13 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SOSPOLHUKAM, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories