1,397
Wednesday, 05 August 2020 17:11 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

HMI Sebut Konflik Batu Satangtung Terindikasi Menjadi Mainan Politik

HMI Sebut Konflik Batu Satangtung Terindikasi Menjadi Mainan Politik

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Tampilnya salah satu partai politik dalam menyelesaikan konflik pembangunan batu satangtung menjadi tamparan keras bagi pihak keamanan setempat, yaitu Polres Kabupaten Kuningan yang dipimpin AKBP Lukman Syafri Dandel Malik yang menunjukan beliau tidak mampu meredam gejolak konflik horizontal.

Menanggapi hal itu Ketua HMI Cabang Kuningan Bidang PPD (Partisipasi Pembangunan Daerah) Reza Rizky Ramadhan mengatakan, “Saya belum mendengar langkah Polres untuk turun tangan soal konflik Tugu Satangtung yang sudah menjadi berita nasional, seharusnya polres cepat tanggap untuk meredam konflik tersebut, jangan sampai polemik ini liar ke mana-mana dan segera melakukan langkah kongkrit demi terciptanya keamanan dan ketertiban. Bukankah sudah jelas dalam Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Tugas dan Wewenang  Kepolisian Negara RI  (Polri UU 2/2002), Tugas pokok kepolisian adalah: memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.”

 “Polres harusnya malu lah, masa yang memediasi yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban itu partai politik, ya kalau partai politik yang menyelesaikan konflik ini pasti ada kesan politis, namanya juga partai politik. Jangan salahkan jika ada yang beranggapan konflik tersebut menjadi mainan politik.” Lanjut Reza Ketua Bidang PPD HMI yang ada di bawah pimpinan Gozin Muslim.

Wildan Kamal Makarim, juga angkat bicara, “Saya menilai situasi konflik makam Tugu Satangtung ini sangat sensitif, karena berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan. Walau pun setiap orang memiliki kemerdekaan serta keyakinan dalam memeluk suatu kepercayaan sesuai dengan amanat UUD 1945, namun kemerdekaan itu jangan sampai menghilangkan kemerdekaan orang lain.”

“Kami mendorong pihak yang berkewajiban untuk segera menyelesaikan problematika ini, jangan terkesan abai yang memberi celah pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga  memanfaatkan situasi tersebut.” Lanjut Wildan selaku Ketua HMI Cabang Kuningan Bidang Pemberdayaan Umat.

Wildan mengunkapkan harapannya, “Negara kita adalah negara Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, harapan saya persoalan ini harus disikapi dengan tegas tanpa mengurangi nilai-nilai humanisme. Perbedaan adalah sunatullah yang perlu kita terima dan sadari demi harmonisasi kehidupan kita bersama namun harus berjalan pada koridor hukum yang berlaku”. (Gozin Muslim)

 

HMI HMI Cabang Kuningan Ketua HMI Partisipasi Pembangunan Daerah Reza Rizky Ramadhan Bhineka Tunggal Ika

Komentar

Berita Terkait