HPDKI Gelar Lomba Adu Ketangkasan Domba Se-Jawa Barat Di Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-09-18 19:40:35+07

HPDKI Gelar Lomba Adu Ketangkasan Domba Se-Jawa Barat Di Kuningan2.jpg

Masyarakat sesaki lapangan Desa Sindangsari, Kecamatan Luragung untuk menyaksikan langsung gelaran lomba adu ketangkasan domba se-Jawa Barat, Minggu (18/9)

 

Kuningan – Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Kuningan adakan adu ketangkasan domba tingkat Jawa Barat, bertempat di lapangan Desa Sindangsari, Kecamatan Luragung, Minggu (18/9).

Ketua HPDKI Kabupaten Kuningan Ade Petruk menyebutkan, lomba seni ketangkasan adu domba yang merupakan permainan ketangkasan dan seni pertunjukkan domba, serta berkembang pada masyarakat Sunda dengan diiringi gamelan, dimana di dalamnya terdapat unsur seni pencak silat itu sengaja digelar dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi di antara para peternak domba di Jawa Barat.

Diungkapkan Ade Petruk yang telah 13 tahun menjabat sebagai Ketua HPDKI Kabupaten Kuningan, dalam kegiatan kali ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung, dan tuan rumah sendiri Kabupaten Kuningan.

“HPDKI ingin mengembangkan seni ketangkasan adu domba, agar tetap bisa bersaing dengan kesenian yang lainnya, sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan diantara para peternak domba dan kambing di Jawa Barat, khususnya di Kuningan,” tuturnya kepada BINGKAI WARTA.

Dan pertandingan itu sendiri, menurut Ade dibagi menjadi beberapa kelas, mulai kelas A hingga C, “Kalau saya sih menyebutnya kelas A untuk kelas berat, kelas B kelas menengah, dan kelas C untuk kelas ringan. Aturan yang diterapkan pun sangat ketat dalam laga ketangkasan, hal ini dimaksudkan agar domba tidak tersakiti, serta menjunjung tinggi prinsip animal wellfare,” ujar Ade.

Diperinci Ade, dalam pertandingan yang dipimpin oleh seorang wasit, diawasi dewan hakim, dan dewan juri ini pukulan maksimal yang diperbolehkan hanya sebanyak 20 kali, serta kriteria juaranya ditentukan oleh kualitas pukulan, gaya bertanding, ketangkasan, keindahan fisik, kelincahan, dan sebagainya.

Di arena pertandingan yang dimeriahkan musik tradisional gendang pencak, lanjut Ade, akan terlihat dua ekor domba beradu agresivitas, jual beli tandukan silih berganti antara keduanya. Dan percaya atau tidak, tingkat kecerdasan domba ini demikian tinggi, ketika disuruh pelatihnya mundur, mereka menurut mundur, begitu juga ketika disuruh maju, mereka menyerang tanpa ragu.

“Acara unik dan meriah yang rutin digelar setiap minggu ke 4, setiap bulan ini saya kira tak hanya mampu menghadirkan warga Kuningan sendiri yang demikian antusias untuk manyaksikannya, tetapi juga masyarakat luar pun tak sedikit yang datang berkunjung, sehingga bisa membantu meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Kuningan,” jelas Ade. (Elly Said)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : SENI & BUDAYA

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories