431
Wednesday, 02 December 2020 19:48 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

IDI Jabar Sosialisasikan AKB di Klinik Orinda

IDI Jabar Sosialisasikan AKB di Klinik Orinda

Bingkaiwarta, KADUGEDE - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat, Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sosialisasi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) di Klinik Orinda Jl. Raya Kuningan-Ciamis, Dusun Kliwon RT 006 RW 004 Desa/Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Rabu (2/12/2020). 
 
Roadshow sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini dilakukan di 22 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Dan, Kabupaten Kuningan adalah kabupaten terakhir yang dikunjungi. 
 
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan IDI Pusat, dr Safrina Dewi, IDI Jawa Barat, dr Frengky, Ketua IDI Kuningan, dr Asep Hermana, Bupati Kuningan, Acep Purnama, Ketua TP PKK Kuningan, Ika Rahmatika dan pemilik Klinik Pratama Orinda, dr Agah Nugraha.
 
Bupati Kuningan, H. Acep Purnama menyambut baik kegiatan sosialisasi AKB tersebut. Pihaknya berterima kasih karena dalam kegiatan ini bisa diberikan pemahaman kepada para peserta terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang bisa disebarluaskan lagi pada masyarakat lainnya.
 
"Kami menyayangkan saat ini, ditengah semakin meningkatnya angka terkonfirmasi positif Covid-19, kesadaran masyarakat untuk menerapkan AKB malah semakin menurun, " ujar Acep saat dimintai keterangan oleh awak media.
 
Dengan adanya sosialisasi tersebut, Acep berharap agar masyarakat tetap disiplin dan meningkatkan kembali kesadaran menerapkan AKB untuk menghindari penyebaran Covid-19.
 
Ketua TP PKK Kuningan, Ika Rahmatika juga mengapresiasi pada Klinik Orinda yang telah menjadi tuan rumah terlaksananya Sosialisasi AKB pada masyarakat.
 
"Mudah-mudahan masyarakat mendapat ilmu terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kuningan. Saat ini kita tahu bersama bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 ini semakin meningkat. Bahkan ada satu tenaga medis yang meninggal dunia karena Covid ini, " kata Ika.
 
Diakui Ika, sebagai pimpinan TP PKK Kabupaten Kuningan, pihaknya telah berperan aktif dalam sosialisasi AKB. Sebagai salah satu garda terdepan, pihaknya juga telah mengajak dan mengedukasi pada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan.
 
Perwakilan IDI Jawa Barat, dr Franky menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan agar terus melakukan penanganan Covid-19 secara serius. Terlebih sekarang jumlah kasus positif Corona terus meningkat, khususnya di Jawa Barat.
 
"Tujuan yang kita harapkan dari sosialisasi ini adalah semakin banyaknya masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Dengan semakin banyaknya masyarakat disiplin protokol kesehatan otomatis akan menekan angka penyebaran dan mempercepat memutus mata rantai pandemi Covid-19 ini," jelas dr. Franky kepada awak media.
 
Dengan semakin mempercepat memutus mata rantai pandemi melalui disiplin protokol kesehatan, lanjutnya, itu sama saja dengan melindungi diri mereka, melindungi diri kita dari penyakit menular lainnya. "Makanya, tema kegiatan kali ini adalah Lindungi Diri Kita dan Keluarga dari Covid dan Penyakit Lain. Juga jadikan keluarga kita sebagai keluarga sehat," ujarnya.
 
Dikatakan dr. Franky, pihaknya merasa bangga karena dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati yang menunjukkan semangat bersama untuk memutus mata rantai Covid 19. Sehingga menurutnya, akan tercipta kembali kebangkitan semua sektor yang terdampak Covid-19.
 
Sosialisasi AKB ini diisi oleh tiga orang narasumber, yakni dari PB IDI Pusat, dr Sabrina Dewi, perwakilan IDI Jabar, dr Franky dan dari tuan rumah salah seorang dokter di Klinik Pratama Orinda yang juga pegawai Dinkes Kuningan, dr Desi Susanti.
 
Dalam sosialisasinya, dr Franky berbicara  terkait penyebaran Covid-19 melalui droplet. Untuk mencegah penyebaran itu maka digencarkan kampanye 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
"Dalam menggunakan masker juga ada aturan pakainya dan jenis bahannya harus yang benar. Selain itu, wajib menjaga jarak di semua tempat yang kita kunjungi minimal 2 meter, karena droplet itu jangkauannya jauh," jelasnya.
 
Dia berharap pada peserta sosialisasi agar bisa menularkan kembali hasil sosialisasinya pada masyarakat lainnya.
 
Sementara itu, narasumber kedua, dr Desi Susanti, menjelaskan tentang cara cuci tangan yang baik dan memilih asupan gizi dalam keseharian. 
 
"Cuci tangan yang baik tidak sekedar cuci tangan biasa, namun ada praktik yang baik yg harus dilakukan. Kemudian, untuk meningkatkan imunitas adalah dengan cara menjaga kebahagiaan hati. Selain itu, untuk imunitas tubuh juga dibutuhkan asupan gizi yang baik dalam makanan yang dimakan keseharian," terangnya.
 
Perwakilan PB IDI, dr Safrina Dewi, menekankan kembali bahwa kesehatan bermula dari diri masing-masing. 
 
"Dipilihnya Kabupaten Kuningan sebagai salah satu tempat roadshow sosialisasi kami, karena kita ketahui ada peningkatan kasus Covid yang tinggi di sini. Kemudian kita tahu kemarin ada juga klaster pondok pesantren dan lainnya," ungkapnya.
 
Dengan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat bisa meningkatkan kembali kesadaran hidup sehat di masa AKB dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menerapkan 3M dalam tiap kegiatan.
 
Dalam acara tersebut diserahkan ratusan bantuan APD berupa hand sanitizer dan masker kepada TP PKK dan sejumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kuningan. (Abel Kiranti)
Klinik Orinda TP PKK AKB Kadu gede Kuningan IDI

Komentar

Berita Terkait