Ilmu Pengetahuan yang Ada pada Manusia

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-02-19 07:00:00+07

Ilmu Pengetahuan hshsjj.jpg

Atin Suhartini

 

Kuningan – Ide-ide dalam fikiran kita merupakan ilmu pengetahuan, alasan kita mempunyai ide adalah karena kita berfikir. Tentunya kita dapat berfikir karena ada keragu-raguan pada suatu hal, sehingga membuat kita ingin memastikan atau mengetahui jawaban dari keragu-raguan tersebut yang membuat alasan kita untuk berikir. Keraguan tersebut akan membawa kita untuk kritis dan menggali informasi sedalam-dalamnya sehingga kita merasa yakin. Dengan kritis akan menambah wawasan dan membuat fikiran mempunyai ide-ide yang akan menjadi ilmu pengetahuan. Tokoh idealisme dalam dunia filsafat adalah Hegel dengan ajaran idealektikanya yang terkenal yaitu tesis-anti tesis-sintesis.

Ide merupakan ilmu pengetahuan yang menggunakan rasio saja yang mana hanya ada dalam fikiran-fikiran, Marx membantah jika ilmu pengetahuan hanya dalam fikiran saja melainkan harus dibuktikan dengan pengalaman panca indra. Karena menurut marx belum bisa dikatakan ilmu pengetahuan jika belum dibuktikan secara empiris. Seperti halnya ada yang mengatakan jika rasa gula itu manis, kita semua mengetahui rasa gula itu manis tetapi untuk menjelaskan rasa manis itu tidak bisa hanya dengan fikiran saja tetapi harus dibuktikan dengan panca indra lidah, maka dengan pengetahuan bahwa gula itu manis dapat dibuktikan kebenarannya oleh panca indra sehingga menjadi pengetahuan empiris.

Selain kedua hal di atas, kita tidak boleh melupakan ilmu pengetahuan batin atau intuisi. Memang intuisi sulit dibuktikan dengan rasio, namun intuisi adalah intelektual yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada makhluk-Nya seperti insting, naluri dan bahkan lebih tinggi lagi yaitu hikmah. Intuisi tidak hanya didapatkan dari rasio dan empiris saja, intuisi terkadang didapatkan lansung dari Tuhan seperti ilmu laduni, ilmu laduni merupakan ilmu pengetahuan lansung dari Tuhan untuk hamba-Nya yang terpilih.

Dalam hadits yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Disebutkan bahwa jika kita ingin menguasai dunia maka kuncinya adalah ilmu, jika kita ingin menguasai akhirat maka kuncinya adalah ilmu, dan jika kita ingin menguasai keduanya maka kuncinya adalah ilmu. Ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan dari mana saja dan di mana saja dengan syarat harus membuka diri dan fikiran untuk ilmu pengetahuan serta berendah hati. Karena ilmu pengetahuan yang akan membentuk tabula rasa kita, seluas apa pandanganmu seluas itulah wawasanmu. Manusia yang telah diberikan akal terlebih umat islam diberi kewajiban oleh Tuhan untuk mencari ilmu, agar bisa menjadi khalifah yang baik di bumi Tuhan. Tetapi harus diingat juga yang maha pintar dan luas ilmunya adalah Tuhan, perbandingannya adalah air setetes dari lautan adalah ilmu seluruh manusia sedangkan ilmu Tuhan adalah lautan itu sendiri.

 

Penulis: Atin Suhartini, Asisten Apoteker Apotek K-24 Kuningan dan Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan.

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com









Berita Terkini

Categories