488
Friday, 18 June 2021 17:47 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

IMM Kuningan Kirimkan Surat Petisi Ke Presiden Jokowi

IMM Kuningan Kirimkan Surat Petisi Ke Presiden Jokowi

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Dengan adanya rencana proyek geotermal gunung Ciremai dan pertambahan pajak nilai (PPN), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kuningan menyatakan sikap tidak setuju atas kedua rencana tersebut.

"Langkah kami untuk merespon adanya rencana tersebut, IMM telah mengirim surat petisi yang di tujukan langsung ke bapak Presiden RI Ir H Jokowi Widodo berupa bentuk fisik maupun non-fisik serta ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri RI, Gubernur Jawa Barat, Bupati Kuningan dan Ketua DPRD Kuningan," kata Ketua Umum IMM Kuningan Younggy Septhandika Permana kepada bingkaiwarta.com, Jumat (18/6/2021).

Ia menjelaskan, adanya penolakan ini berdasarkan atas dampak lingkungan dan efek jangka panjang yang akan muncul apabila proyek tersebut tetap dilaksanakan. "Kami menyadari bahwa akan lebih banyak menimbulkan kerugian dari pada kebermanfaatan yang akan dirasakan oleh masyarakat Kuningan secara khusus maupun masyarakat Indonesia secara umum," jelasnya. 

Menilik dari proyek Geothermal yang dilaksanakan di daerah lain, dampak negatif terhadap lingkungan sekitar proyek sudah kian memburuk dan akan terus berlanjut di kemudian hari. 

Masyarakat Kuningan enggan terkelabui oleh iming - iming dan angin surga yang di 

hadirkan oleh pemerintah pusat yang disampaikan oleh pemerintah daerah bahwa proyek tersebut ramah lingkungan ataupun akan menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. 

"Sudah banyak kasuistik yang nampak dan nyata dinegeri ini bahwa hal tersebut hanyalah omong kosong belaka. Menilik jauh kebelakang menyoal eksploitasi alam di Indonesia, rasanya sudah cukup melihat sebagian wilayah di Sidoarjo luluh lantah oleh luapan lumpur yang di sebabkan oleh salah satu perusahaan yang ceroboh, pun dengan daerah lain yang mengalami hal serupa. Dan kami sangat tidak ingin bahwa kota kelahiran kami akan bernasib serupa," tuturnya.

Sementara itu, dengan melihat adanya pertambahan pajak nilai (PPN) pemerintah harus mempertimbangkan sebelum menggulirkan kebijakan apalagi kebijakan tersebut di gulirkan pada masa pandemic dan situasi perekonomian saat ini sedang sulit, terlebih lagi lebih dari 50 persen omzet pedagang pasar menurun. 

Dengan adanya kenaikan serta pemberlakuan PPN, pada sembako dan pendidikan akan menimbulkan dampak sosial dimana masyarakat akan sulit untuk bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan nutrisi intelektual yang ada di jenjang pendidikan. Sehingga kualitas hidup masyarakat akan menurun dan kurva kemiskinan akan terus bertambah.

Oleh karenanya, IMM Kuningan dengan tegas menolak dan sangat keberatan atas rencana penerapan 

PPN untuk bidang Pendidikan sebagaimana draf rancangan Undang – Undang Revisi UU No 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan. "Dimana letak moral pertanggung jawaban negara atau pemerintah dengan penerapan PPN yang memberatkan itu?," tanya Younggi.

Konsep pajak progresif lebih - lebih ke bidang pendidikan secara ideologis menganut paham liberalism absolut. Sehingga perlu di tinjau ulang karena tidak sejalan dengan jiwa Pancasila dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung spirit gotong royong dan kebersamaan. Seperti yang dilontarkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah “Jangan bawa Indonesia ini menjadi semakin menganut rezim ideologi liberalisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan konstitusi, Pancasila, dan nilai – nilai luhur bangsa Indonesia”.

"Apabila pemerintah tidak sanggup untuk menolak rencana tersebut, maka kami PC IMM Kuningan akan berdiri di garda terdepan dan dengan tegas untuk menolak 

pelaksanaan proyek Geothermal Gunung Ciremai Dan Penerapan PPN. Kabupaten ini sudah cukup di cap sebagai Kabupaten termiskin ke dua se Jawa Barat, jangan sampai hal itu diperburuk dengan pemangku kebijakan yang teledor dalam menentukan keputusan," tandasnya.

Hidup bukan hanya hari ini saja, ada anak cucu generasi berikutnya yang berhak menikmati alam Kuningan, kebutuhan pokok dan pendidikan dengan seutuhnya. (Abel Kiranti)

Ikatan mahasiswa muhammdiyah kuningan Gunung ciremai

Komentar

Berita Terkait