3,009
Monday, 05 October 2020 18:17 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ini Alasan Husnul Khotimah Menolak Hadir

Ini Alasan Husnul Khotimah Menolak Hadir

Bingkaiwarta, JALAKSANA - Adanya pertemuan klarifikasi atas undangan ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, Senin (5/10/2020) di Ruang Banggar DPRD Kuningan ternyata tidak dihadiri oleh ketiga unsur paling terkait. Yaitu Ponpes Husnul Khotimah, Al Mutazam dan APIK.

Ketiga unsur tersebut ternyata menolak hadir. Hal ini diungkapkan oleh 
Kadiv Humas Yayasan Husnul Khotimah Sanwani SH kepada bingkaiwarta.com di RM. HDS Jalaksana.

Sanwani menjelaskan, kalau pernyataan Nuzul itu mewakili dewan, undangan itu pasti akan dihadirinya. Tapi ini menurutnya persoalannya pribadi. Tidak mewakili dewan. "Karena tidak mewakili dewan, dan saya yakin anggota dewan tidak seperti itu, maka seharusnya bukan kita yang kesana (gedung DPRD,red), dia yang harus kesini (Husnul,red). Jadi atas kesepakatan dengan Al Mutazam, juga APIK, kita menolak undangan itu,” jelas Sanwani.

Terkait pernyataan diksi "limbah" yang dilontarkan Nuzul, Sanwani mengatakan, jika pihaknya sudah mengeluarkan pernyataan sikap. Dan, pernyataan sikap dari Husnul Khotimah tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Yayasan, KH. Muatamad, Lc., M. Pd.

"Awalnya, dari Yayasan Husnul Khotimah tidak ingin menanggapi pernyataan Sdr. Nuzul Rachdy yang juga Ketua DPRD Kabupaten Kuningan. Siang malam selama lebih dari satu minggu ini, kami fokus menangani permasalahan Covid-19. Tetapi dukungan luar biasa dari banyak komponen umat Islam mendorong kami untuk menyampaikan pernyataan," terangnya.

Adapun pernyataan tersebut adalah, pertama, Sdr Nuzul Rachdy mengatakan, bahwa Pondok Pesantren Husnul Khotimah tidak serius menangani Covid-19. Kami di Pondok Pesantren Husnul Khotimah memiliki Klinik Pratama yang sudah melakukan penanganan dengan mengacu kepada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) revisi kelima yang diterbitkan oleh Kemenkes RI.

"Kedua, Kami sangat menyesalkan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy selaku wakil rakyat dan warga Manis Kidul, yang menyatakan bahwa jangan sampai Husnul Khotimah hanya membawa limbah, ya limbah wabah dan limbah lainnya," ujarnya.

Dengan adanya pernyataan tersebut, Nuzul Rachdy telah mencoreng nama baik Ponpes Husnul Khotimah selaku pengelola lembaga pendidikan Islam yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kuningan ditingkat Nasional dan Internasional. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Pernyataan Nuzul menunjukan hilangnya rasa empati dan simpati yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Sungguh, sebuah pernyataan yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik," tandas Sanwani.

Sanwani juga menyayangkan, ketika ada kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan ke Ponpes Husnul Khotimah, Nuzul tidak ikut mendampingi. "Kalau saja dia hadir, maka dia akan bisa melihat secara langsung bagaimana keseriusan kami dalam menangani kasus ini," ujarnya.

Dengan demikian, Sanwani menyampaikan, pihaknya menuntut Nuzul Rachdy untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf yang dimuat di media koran/media lokal dan nasional selama 5 hari berturut-turut.

"Kepada semua komponen umat agar bersabar diri, tidak menggunakan cara-cara yang tidak terpuji dalam menangani masalah ini," pungkasnya. (Abel Kiranti)

Nuzul Rachdy Husnul Khotimah Al Mutazam dan APIK. dprd kuningan

Komentar

Berita Terkait