265
Monday, 28 December 2020 19:31 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ini Capaian Kinerja Kejaksaan Negeri Kuningan di Tahun 2020

Ini Capaian Kinerja Kejaksaan Negeri Kuningan di Tahun 2020

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Kejaksaan Negeri Kuningan resmi menggelar Press Release di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kuningan, Jl. Aruji Kartawinata No. 16 Kuningan, Senin (28/12/2020).
 
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, L. Tedjo Sunarno, SH.,M.Hum diwakili oleh Kasi Intelijen Mahardika Rahman, SH., MH., Kasi Pidana Khusus Ardhy Haryoputrantro, SH., MH dan Kasi Pengelolaan Barang Bukti, Ahmad Sudarmaji, SH.,
 
Dalam laporannya, selama tahun 2020 Bidang Pembinaan Kejaksaan Negeri Kuningan telah memberikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 294.520.000,-.
 
"Dari total penyerapan anggaran di tahun 2020, kita hanya menyerap anggaran sebesar 79 %," kata Kasi Pidana Khusus Ardhy Haryoputrantro yang juga Plh. Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan.
 
Ia juga menyampaikan, Kejaksaan Negeri Kuningan telah mendapatkan hibah dari Pemda Kuningan yang bersumber dari APBD sebesar Rp.897.471.970,-. Dan, proses pengerjaan rehab gedung Datun dan Pidsus tersebut kini sudah mencapai 100%.
 
Sementara itu, di Bidang Intelijen, Kejaksaan Negeri Kuningan melakukan penyelidikan, pengamanan, penggalangan terhadap dua kegiatan, penyuluhan hukum sebanyak 1 kegiatan dan jaksa masuk sekolah/pesantren sebanyak 3 kegiatan.
 
"Untuk Bidang Pidsus, Kejaksaan Negeri Kuningan telah melakukan penyelidikan 3 perkara, penyidikan 3 perkara dan penuntutan 1 perkara, selama tahun 2020," terang Ardhy.
 
Dijelaskan Ardhy, untuk yang sudah naik ke tingkat penyidikan perkara diantaranya ada kasus dugaan penyalahgunaan keuangan di Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin.
 
"Namun, kita masih menunggu proses penghitungan kerugian negara yang sedang dilaksanakan oleh pihak Inspektorat," ujarnya.
 
Ia mengatakan, untuk kasus tersebut pihaknya belum menentukan tersangka, karena masih menunggu bukti riil bahwa telah terjadi kerugian keuangan negara.
 
"Jika memang tidak terjadi kerugian keuangan negara, maka tidak bisa dilanjut ke penetapan tersangka. Namun, ini masih dalam proses penghitungan yang membutuhkan waktu tidak sebentar," jelasnya.
 
Sedangkan untuk perkara kedua yang sedang diselidik yaitu terkait kasus pada DPPKBP3A Kuningan terkait adanya dugaan pemberian sejumlah uang kepada pejabat di dinas tersebut. Dalam kasus ini, pihaknya menyerahkan kepada Inspektorat untuk menyelidikinya.
 
"Dan informasi terakhir sudah ada pengembalian uang dari pejabat yang bersangkutan sejumlah uang yang diduga tersebut. Pengembaliannya sudah 100%, sejumlah Rp. 210 juta dikembalikan oleh DPPKBP3A kepada kas daerah," imbuhnya.
 
Ardhy menyebut, atas pengembalian uang tersebut, pihaknya telah melaporkan ke Kejati Jabar sehingga untuk kasus DPPKBP3A ini tidak dilanjutkan lagi penangannya.
 
Selanjutnya, untuk persidangan di Bidang Pidsus terdapat 1 perkara terkait dugaan TP Korupsi Bank BTN, yang disidik pada tahun lalu dan disidangkan tahun ini.
 
"Kasus dugaan korupsi di Bank BTN ini aras nama terdakwa RS dengan besar kerugian Rp. 26 miliar. Yang bersangkutan sudah menjalani masa tahanan di Rutan Kebon Waru Bandung dengan masa tahanan 5 tahun. Jika yanf bersangkutan tidak bisa mengembalikan uang denda dan pengganti, maka setelah habis masa tahanan pokoknya akan ada tuntutan tahanan subsidernya," jelasnya.
 
Kasi Intelkam, Mahardika melanjutkan, di Bidang Pidum telah menangani SPDP sebanyak 201 kasus. Lanjut ke tahap 1 sebanyak 190 perkara dan lanjut ke tahap 2 sebanyak 140 perkara.
 
"Untuk yang lanjut ke penahanan ada 140 perkara, di Pidum juga ada upaya hukum 1 perkara dan sebanyak 157 perkara totalnya ditangani di Bidang Pidum," ujar Mahardika.
 
Sedangkan Kasi Pengelolaan Barang Bukti, Ahmad Sudarmaji menyebutkan, jika pihaknya telah melakukan pemusnahan Barang Bukti tindak pidana yang telah inkrah sebanyak 2 kali, yaitu Bulan Agustus dan November 2020. (Abel Kiranti)
kejaksaan kuningan

Komentar

Berita Terkait