1,157
Friday, 12 June 2020 19:27 (3 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Ini Instruksi Gubernur Jawa Barat Terkait PSBB & Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Kuningan

Ini Instruksi Gubernur Jawa Barat Terkait PSBB & Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Bupati Kuningan H. Acep Purnama dengan didampingi Sekretaris Daerah Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Dandim 0615 Kuningan Letkol Czi Karter Joyi Lumi dan Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengikuti Video Conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan para kepala daerah diseluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat di Ruang Crisis Center Setda Kuningan, Jumat (12/6/2020).

Adapun materi yang disampaikan yaitu terkait Himbauan, Instruksi serta Arahan dari Gubernur Jawa Barat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau lebih dikenal dengan New Normal.

"Hasil Vicon arahan pak gubernur hari ini, sepertinya penerapan PSBB mau di cabut. Pak gubernur tidak menyatakan apa apa, tidak menyatakan akan memperpanjang PSBB, gubernur hanya menginstrusikan kepada daerah masing-masing untuk silahkan menyesuaikan," tutur Acep.

Lebih lanjut lagi, ia menyatakan, pertama penyesuaian untuk tetap mengacu kepada penerapan protokol kesehatan, pengawasan harus lebih ketat, karena banyak sample yang menunjukan transisi menuju AKB ataupun menuju New Normal ini, ternyata dibeberapa daerah ada peningkatan-peningkatan keterjangkitan kasusnya.

"Menurut pak gubernur silahkan itu kebijakan daerah untuk membuka tempat- tempat umum dengan kriteria kalau tempat umum itu misalnya seperti tempat wisata yang terbuka (Outdoor), mungkin itu silahkan agar dipikirkan untuk di ijinkan kembali buka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," imbuhnya.

Namun, Acep menjelaskan, "Untuk wisata indoor seperti tempat karaoke, wisata-wisata tertutup itu untuk sementara belum ada arahan, sehingga saya sendiri mungkin belum berpikir untuk mengijinkan operasional kembali tempat-tempat tersebut. Dan, untuk masalah pendidikan belum ada ketentuan sehingga baik pendidikan formal di sekolah-sekolah maupun mohon maaf di penyelenggaraan pendidikan keagaamaan di pesantren-pesantren itu juga saya menghimbau untuk tetap menunggu instruksi lebih lanjut," jelasnya.

Acep menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk kedepannya. "Hari Senin (15/6/2020) saya akan mengundang para pihak terkait untuk sama-sama berdiskusi memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada, di antaranya kami akan mengundang misalnya melalui PHRI para pengusaha restoran, para pengusaha toko modern swalayan, termasuk kami akan mengundang para pengusaha tempat- tempat hiburan parawisata terbuka misalnya baik milik pemerintah daerah misalnya KRK,Linggarjati, Waduk Darma, Sidomba, Cibulan dsb yang ada kaitanya dengan wisata terbuka," paparnya.

Ia juga menegaskan pada intinya ingin ada ketegasan dari para pihak selaku penanggung jawab penyelenggara, baik sebagai pemilik maupun pengelola itu sendiri. "Nanti saya akan menyodorkan surat pernyataan untuk pertama patuh taat untuk melaksanakan protokol kesehatan, kedua bertanggung jawab atas segala kegiatan yang ada, membatasi jumlah pengunjung sesuai dengan kapasitas yang ada, kemudian yang sedang dipikirkan oleh kami tadi sesuai arahan dan anjuran dari paramedis untuk kolam renang akan di bagaimanakan nanti kita ada arahan arahan kepada mereka," ujarnya.

Bupati Acep melanjutkan, "Mulai hari ini sampai hari senin jangan ada kegiatan dulu, jam buka toko-toko modern/swlayan dan semuanya untuk sementara masih memberlakukan seperti sekarang jam 6 harus tutup, sampai ada aturan yang mengatur lebih lanjut. Alhamdulillah, Kuningan masih di zona biru, grafiknya bagus melandai, untuk mendapatkan kepastian mudah-mudahan hari senin kita sudah bisa menetapkan langkah-langkah berikutnya," ungkapnya.

Namun meski demikian, ia meminta kepada seluruh warga masyarakat,para pengusaha dan kepada setiap yang memiliki kepentingan dengan persoalan ini tetap lebih di utamakan keselamatan diri.

"Pada saat itu pun sebenarnya kita sudah masuk ke New Normal. Saya akan melakukan pengambilan contoh sample pemeriksaan-pemeriksaan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kuningan dengan melakukan test rapid maupun swab dan itu sedang kami sediakan. Satu minggu setelah kita memasuki New Normal sambil berjalan kita akan mencoba mengambil sample tersebut dan mudah-mudahan itu semua hasilnya bisa bagus berarti insya Allah 2 minggu yang akan datang maksimalnya harapan saya Kuningan bisa masuk ke zona hijau," pungkasnya. (Abel Kiranti) 

zona hijau zona biru Bupati acep purnama bupati kuningan Dian Rachmat Yanuar Dandim 0615 Lukman Syafri Dandel Malik Video Conference Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Adaptasi Kebiasaan Baru akb New Normal protokol kesehatan

Komentar

Berita Terkait