198
Monday, 21 December 2020 16:00 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Jadikan Masa Pandemi COVID19 Sebagai Moment Untuk Perbaikan Diri Dan Yakinlah Wabah Pasti Berlalu

Jadikan Masa Pandemi COVID19 Sebagai Moment Untuk Perbaikan Diri Dan Yakinlah Wabah Pasti Berlalu

Sejak akhir tahun 2019 pandemi wabah COVID19 telah menyebar keseluruh dunia dan termasuk di Indonesia wabah tersebut mulai ada kasus sejak awal tahun 2020. Wabah ini sangat berbahaya karena hingga saat ini belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang dianggap terbukti secara efektif menangkal virus. Sejak terjadinya wabah, para ahli virus telah mencoba dan sangat beerja keras membuat antivirus atau vaksin terkait COVID-19 ini. Hingga Minggu ketiga Desember 2020 ini, tidak kurang dari 19 ribu orang Indonesia meninggal terkait wabah ini dan telah hampir 650 ribu orang yang terkonfirmasi positif terkena wabah selama kurun waktu 10 bulan terakhir. Sungguh suatu angka yang bukan main main dan sebagai bukti bahwa wabah mudah tersebar dan telah merenggut jiwa.
 
Lalu bagaimana kita sebagai rakyat untuk menyikapi pandemi COVID19 ini? kita perlu mengikuti arahan pemerintah dan para ahli, yang tentunya menginginkan keselamatan rakyatnya. Salah satu jargon yang sangat sederhana adalah 3M (memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan). Sebetulnya kegiatan pencegahan mitigasi tidak sesederhana 3M itu, namun 3M tentu telah teruji bisa mengurangi penyebaran wabah. Ada beberapa hal sangat dianjurkan dijadikan kebiasaan baru dimasa pandemi ini, yaitu: Memakai masker, Rajin Mencuci Tangan, Hindari Sentuhan Fisik, Jaga Jarak, Hindari dulu berkumpul, Menjaga etika batuk dan bersin, Hindari Menyentuh Wajah, Hindari Berbagi Barang Pribadi, Rajin Bersihkan Perabotan, Mencuci Bersih Makanan, Menjaga Imunitas Tubuh serta kesehatan rohan (keimanan dan kebahagiaan). 
 
Sebagai seorang muslim, penulis mencoba merangkum dan mengingatkan diri pribadi dan semoga juga jadi pengingat sesama muslim khususnya yang ada di Kabupaten Kuningan Jawa Barat untuk senantiasa berdoa dan berprasangka baik kepada Allah Subhanahu WaTaala agar wabah COVID19 segera diangkat dari bumi, tentu dengan seizinNya dan KekuasaanNya tidak ada yang tidak mungkin. Manusia hanya wajib ikhtiar menjauhi, menghindari wabah dan membuat vaksin agar melawan mencgah virus, namun hakikatnya hanya karena seizing Allah lah segala sesuatu itu terjadi, termasuk pandemi ini. Menghadapi ujian wabah COVID-19 ini, sudah sememestinya semua manusia berusaha menghindari, mencari solusi dan vaksin dan tentu kita sebagai muslim harus senantiasa berdoa kepada Allah dan agar semua doa kita dikabulkan tentu kita haruslah kembali berbuat beribadah beramal shaleh untuk memperbaiki dari segala kesalahan, dan beristighfar, sehingga semoga Allah segera mengabulkan doa kita semua, menghilangkan wabah dan tidak memberikan azab yang berat kepada kita. 
 
Berikut ini beberapa pedoman yang bisa kita jadikan acuan dalam memperkuat keyakinan keimanan kita sebagai muslim dalam menjalani masa masa pandemic dan semoga Allah memberikan pertolongan pada kita semua sesuai janji-Nya.
 
Kembali kejalan yang lurus (melakukan ibadah, amal sholeh dan berserah diri) sesuai perintah Allah: “Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az-zumar: 54)
Perbanyak Dzikir (mengingat) kepada Allah: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allâh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Hadid: 16)
Perbanyak Istighfar agar diberikan jalan keluar dan solusi: “Barangsiapa selalu membaca istighfar, Allah akan memberikannya solusi dari berbagai kesulitan, memberikannya kebahagiaan dari segala kesedihan, dan Allah akan memberinya rezeki tanpa perkiraannya.” (HR. Abu Dawud).
 
Senantiasa berprasangka baik kepada Allah bahwa wabah pasti berlalu dan Allah tidak akan membebani diluar batas kesanggupan kita: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).
 
Berpikir positif dan yakin bahwa akan ada jalan kemudahan setelah kesulitan: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Bersabar dan terus bersabar dengan harapan: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
 
“… Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfaal: 46)
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah …” (QS. An-Nahl: 127)
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153)
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
“Sabar adalah separuh dari iman.” (HR. Abû Na`im dan al-Khathîb).
 
“Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ”Innaa Lillahi wa inna ilaihi rojiun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmah dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Baqarah 155-157)
 
Sebagai seorang muslim kita juga diwajibkan ikhtiar maksimal dalam hal menghindari terjangkit COVID19, penerapan protokol kesehatan COVID19 menjadi wajib bagi setiap kita, yaitu memakai masker secara disiplin saat ada keperluan keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain yang tidak satu rumah, tetap menjaga jarak saat bertemu orang lain (dengan tetap memakai masker saat berbicara), semakin sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan dan kesehatan imunitas tubuh. 
 
Dalam masa pandemi ini, di himbau tidak terlalu sering keluar rumah kecuali terkait dengan hal yang penting seperti mencari nafkah, kegiatan lainnya seperti rekreasi hiburan dan lainnya yang melibatkan adanya kerumunan orang banyak hendaknya dihindari dahulu, termasuk disarankan untuk tidak bepergian ke area yang zona merah terpapar Wabah.
 
Sebagaimana hadist Rosululloh Muhammad Shalallahu alaihi wasallam: “Thaun adalah wabah yang dikirim kepada satu kelompok dari Bani Israil atau kepada orang-orang sebelum kalian. Jika kalian mendengarnya di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya. Dan jika Thaun menjangkiti suatu negeri sementara kalian disana maka jangan keluar untuk menghindarinya.” Abu Nadhr berkata, Jangan ada yang membuatmu keluar selain untuk menghindarinya.’ (HR Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi). 
 
Lalu bagaimana dengan kegiatan ibadah? Tentu saja kegiatan ibadah tetap dapat dilakukan apabila memang oleh pemerintah setempat telah diizinkan, namun hendaknya tetap menerapkan protokol kesehatan COVID19 dengan disiplin dalam hal ibadah berjamaah di masjid atau mushola. Semoga sholat dan sabar kita (dalam hal menjalankan protokol COVID19) menjadi jalan sehingga Allah menolong kita semua. Demikian semoga bermanfaat sebagai pengingat dan penyemangat kita untuk berusahaa menjadi insan lebih baik lagi dan semoga Allah segera mengangkat wabah COVID19. Aamiin ya Allah ya Robbal alamiin. 
 
Penulis: Riki Irfan MSi (Founder Waroeng Ilmu Kuningan)
Daftar pustaka: Alquran dan Hadist
Covid 19 Perbaikan diri Pandemi

Komentar

Berita Terkait