Je [Pret], Dari Fotografi Menjadi Wadah Berbagi Dan Media Menumpahkan Kreatifitas

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-12-10 13:57:23+07

je [pret] 1.jpg

Je [pret] menjadi media berkumpul bagi semua kalangan yang ingin belajar mengenai seni, pendidikan dan fotografi. Tampak Ude (tengah) selaku pendiri, dan rekan-rekannya saat ditemui BINGKAI WARTA di saung Je [pret] yang bertempat di Kelurahan Citangtu, tepatnya Rt. 07/Rw. 02, Jum’at (9/12).

 

Kuningan –  “Je [pret] bukan suatu komunitas, makannya tidak ada senioritas dan struktur organisasi yang terpampang, jadi disini kami semua bergabung dan menumpahkan kreatifitas untuk dapat berguna bagi manusia,” ujar Ujang Dadang Sukmana, 43, yang merupakan pendiri dan sekaligus pemilik Saung Je [pret] di wilayah Kelurahan Citangtu, tepatnya di blok Puhun Rt.07/Rw.02, Kuningan.

Ujang Dadang Sukmana atau kerap dipanggil Ude Sukmana oleh kalangan Je [pret] sendiri, saat ditemui oleh BINGKAI WARTA, Jum’at (9/12), di Saung yang sangat sarat dengan unsur kreatifitas dan mendamaikan, menuturkan mengenai Je[pret] sendiri.

Seperti yang telah diketahui oleh banyak kalangan, Je [pret] sendiri identik dengan unsur fotografi yang sangat kental. Karena, kebanyakan dari anggota tersebut memiliki hobi dibidang dunia lensa kamera.

Namun, pada saat wawancara BINGKAI WARTA dengan Ude, ternyata, Je[pret] sendiri juga mewadahi para kaum pelajar dan siapapun juga yang akan bergabung dan ikutserta dalam setiap kegiatan yang digelar oleh je [pret].

Kegiatan yang rutin dan menjadi  tupoksi dari je [pret] tersebut ialah kelas bahasa jepang dan photoschool yang bergerak sebagai media pendidikan. Dan bagusnya, dari kesemua yang telah diberikan dan  diajarkan, tidak dipungut biaya sepeser pun.

Menurut Ude, je [pret] bukan merupakan sebuah komunitas, tapi lebih ke idealisme, karena, didalamnya tergabung berbagai pemikiran dan kemampuan yang berbeda, namun, satu dan menjadi sepemikiran. Yaitu, dapat membantu dan bermanfaat bagi orang banyak.

Meskipun je [pret] identik dengan fotografi, lanjut Ude, namun kami persilhakan dan menerima bagi siapa saja yang mau bergabung dan ikutserta saling membantu. “kami mempersilahkan siapa saja untuk bergabung dan ikutserta dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Saung ini,” ujarnya.

Sampai saat ini, Je [pret] sendiri memiliki anggota sebanyak 100 orang, dan semuanya itu berasal dari semua kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa dan yang sudah bekerja.

Meskipun je [pret] sudah mulai dikenal oleh banyak kalangan, namun dari pemerintah Kuningan sendiri tidak ada peran khusus, malahan menurut Ude, dirinya memastikan bahwa je [pret] sendiri lebih dikenal oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Kedepannya, Ude berharap, mampu memberikan yang bermanfaat bagi semua orang dengan tidak meminta pamrih atas apa yang telah diberikan oleh je [pret]. Dirinya dan yang lainnya merasa bangga dan merasa senang apabila dapat membantu dan menyelesaikan keperluan orang lain.

Dan juga, Ude dan yang lain dalam melakukan semua kegiatan yang berlangsung di saung maupun di luar saung je[pret], bukan ladang mencari untung, mereka hanya mengekspresikan diri untuk dapat berguna bagi masyarakat luas.

“Kalo saya sendiri, berhubung sudah menginjak usia tua, yaudah lah saya hanya berbuat kebaikan. Karena dosa tidak dapat dihapus, ya jadi saya hanya berusaha bagaimana caranya untuk dapat berbuat baik dan dapat bermanfaat bagi yang lain,” pungkas Ude yang merupakan seorang guru tersebut. (TAS)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories