1,530
Wednesday, 07 October 2020 17:45 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Jurus Jitu Janda Muda, Tipu Advokat Puluhan Juta

Jurus Jitu Janda Muda, Tipu Advokat Puluhan Juta

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Sungguh sial nasib AM (32), warga Dusun Kliwon RT 002 RW 001 Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Pasalnya, ia telah tertipu puluhan juta oleh jurus jitu janda muda, TA (21) warga Dusun Puhun, Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik beserta jajaran Satreskrim Polres Kuningan dalam Konferensi Persnya menjelaskan, jajaran Satreskrim Polres Kuningan telah mengungkap kasus dugaan penipuan tersebut berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / B / 217 / IX / 2020 / JBR / RES KNG, tanggal 20 September 2020, yang dibuat korban di depan aparat kepolisian.

"Pelaku TA diduga melakukan tindak pidana penipuan kepada AM, seorang advokat. Kejadian berawal dari hubungannya via medsos. Pelaku TA menghubungi korban melalui telepon namun dirinya mengaku bernama Cita. Jadi, pelaku ini berperan dengan dua nama," terang Kapolres Kuningan kepada awak media, di Aula Wira Satya Pradhana, Rabu (7/10/2020).

Kapolres Kuningan yang didampingi Waka Polres Kuningan Kompol Jaka Mulyana, dan Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja mengungkapkan, dugaan penipuan tersebut berlangsung pada Rabu (27/05/2020) di ATM BRI Unit Japara, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan.

"Kepada korban, TA mengaku bekerja sebagai seorang bidan di Rumah sakit Gunung Jati Cirebon dan juga mengaku berdomisili di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon dengan alasan untuk konsultasi masalah hukum," ungkapnya.

Kemudian, dilanjutkan Kapolres "Pelaku dengan korban sempat menjalin hubungan (berpacaran) melalui aplikasi sosial media Whatsapp selama beberapa bulan. Pada satu waktu, korban TA yang mengaku bernama Cita tersebut meminjam uang secara bertahap dengan jumlah senilai Rp 20,3 juta kepada korban dengan alasan untuk berobat ibunya yang sedang sakit jantung," bebernya.

Selain itu, dijelaskan Kapolres, pelaku meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk membayar keperluan pribadi lainnya. Namun, setelah beberapa lama ternyata wanita yang mengaku bernama Cita ini susah untuk dihubungi.

"Karena penasaran, korban menelusuri ke rumah sakit Gunung Djati Cirebon dan hasilnya tidak ada bidan yang bernama Cita di sana. Dari sana lah, korban mengetahui bahwa nama Cita itu hanyalah akal-akalan pelaku untuk mendapatkan uang dari korban. Setelah ditelusuri lagi, diketahui juga bahwa ibu dari pelaku tidak sedang sakit dan uang dari korban tersebut dipakai untuk keperluan pribadinya saja," jelas AKBP Lukman Syafri.

Adapun barang bukti dari saksi korban, AM, berupa 22 lembar slip/bukti transfer Bank BRI atas nama saksi korban, dan 10 lembar bukti transfer M-Banking Bank BRI yang juga atas nama saksi korban sudah disita Polres Kuningan. Bukti transaksi itu berlangsung pada  periode bulan Mei 2020 sampai dengan bulan September 2020.

Sementara, barang bukti lainnya yang disita dari saksi Tini Sartini berupa 1 buah buku tabungan Bank BRI, dan 1 buah kartu ATM bank yang sama. " Dari pelaku TA disita barang bukti berupa 1 buah kartu ATM Bank BCA atas nama pelaku, 2 buah kartu sim handphone dan 7 potong baju," ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, kini pelaku terancam hukuman 4 (empat) tahun penjara sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 378 KUHP. (Abel Kiranti)

penipuan Kuningan

Komentar

Berita Terkait