757
Friday, 19 June 2020 10:29 (4 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Kadinsos Kab. Kuningan Beberkan Soal Anggaran Covid-19 Senilai 26 Milyar

Kadinsos Kab. Kuningan Beberkan Soal Anggaran Covid-19 Senilai 26 Milyar

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Di hadapan puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (Anarkis), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan H. Dudy Budiana beberkan terkait anggaran Covid-19 Dinsos senilai 26 milyar. 

Dijelaskan Dudy, awalnya Dinsos memperoleh alokasi dana dari BTT (Biaya Tak Terduga) sebanyak 14 milyar untuk pengadaan sembako tahap I bagi 20.000 KK yang terdampak Covid-19. Kemudian tahap II dan III sebanyak 25.000 KK. Dan, 1 milyar untuk biaya operasional.

"Dalam perjalanan ada tambahan refocusing sebesar 10 milyar sebagai cadangan. Karena, perkembangan wabah pandemi ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Dan, juga ada kebijakan dari Kemenkes bahwa masyarakat juga mendapat bantuan melalui ADD senilai 600 ribu selama 3 bulan dan di perpanjang hingga Desember 2020. Itupun hanya diterima 300 ribu perbulannya. Jadi, anggaran yang kami terima itu belum semuanya dipergunakan, dan ini sebagai cadangan untuk kedepannya," jelas Dudy.

Ia menambahkan, adapun mekanisme pengadaan sembako ini dilakukan oleh pihak ketiga (perusahaan penyedia barang) dan harga satu paket sembako beserta jenis komoditi.

"Untuk pengadaan bantuan paket sembako ini dilakukan oleh 3 perusahaan yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi. Yaitu CV Graha Putra Cimahi pimpinan Ahmad Dahlan, Toko Arco dengan direktur Cecep Hendi dan CV Duta Damai pimpinan Alan Nakahadir," ujarnya.

Dudy pun kembali menegaskan dari anggaran 26 milyar, 14 milyar untuk pengadaan bantuan paket sembako dan 10 milyar dialokasikan sebagai dana operasional. Sedangkan sisanya untuk cadangan, karena permasalahan Covid-19 ini belum bisa ditentukan kapan akan berakhir.

Sementara mengenai dugaan tidak sesuainya nilai barang dengan harga sembako yang diterima oleh masyarakat, menurut Kabid Fakir Miskin Hj. Engking Sarki karena anggaran 200 ribu per paket sembako itu tidak hanya berupa barang. Tetapi, termasuk untuk biaya jasa pengiriman sampai ke tempat dan sebagainya.

"Dari harga satu paket sembako 200 ribu tersebut, harga dasarnya 185 ribu ditambah keuntungan perusahaan penyedia sembako sebesar 11 ribu. Adapun rincian per paketnya yaitu beras 10 kg dikali 10 ribu (100 ribu), gula pasir 1 kg dikali 17 ribu, terigu segitiga biru 1 kg dikali 11 ribu, minyak goreng kemasan 2 liter dikali 12.500 (25 ribu), sarden ABC 1 kaleng dikali 10.500, mie instan 10 bungkus dikali 2.400 (24 ribu), biskuit 1 bungkus 8.500, biaya pengemasan 3000 dan biaya distribusi 1000," papar Hj. Engking. (Abel Kiranti)

Anarkis Kepala Dinas Sosial Dudy Budiana anggaran Covid-19 Dinsos BTT Biaya Tak Terduga sembako refocusing dana operasional Engking

Komentar

Berita Terkait