‘Kalau ada Orang Menjanjikan Jadi Pegawai Negeri Jangan Percaya’

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-12-07 18:23:20+07

‘Kalau ada Orang Menjanjikan sfsfs.jpg

Waka Polres Kuningan Kompol Hilman Muslim (kedua dari kiri), didampingi Kepala Sat Reskrim Polres Kuningan AKP Reza Fahlevi (pertama dari kiri), KBO Sat Reskim Iptu Ayi Sujana (ketiga dari kiri), dan penyidik, menunjukan barang pelaku dan barang bukti dari perkara tindak penipuan dan penggelapan, pada Konferensi Pers di aula gedung Sat Reskrim Polres Kuningan, Jum’at (6/12/2019).

 

Kuningan – Wakil Kepala Polres Kuningan Kompol Hilman Muslim, mengatakan, zaman sekarang tidak boleh percaya pada tipu muslihat oknum-oknum yang mengaku dapat meloloskan jadi pegawai negeri sipil (PNS), apalagi jika harus membayar sejumlah uang.

Hal itu diungkapkan Waka Polres saat menggelar Konferensi Pers 11 Perkara, didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan AKP Reza Fahlevi, KBO Sat Reskrim Iptu Ayi Sujana, Kepala Unit PPA Polres Kuningan Ipda Rini, serta sejumlah jajaran penyidik, di aula gedung Sat Reskrim Polres Kuningan, Jum'at (6/12/2019).

Waka Polres menekankan agar jangan sampai menjadi korban penipuan dan penggelapan seperti yang dialami pensiunan PNS berinsial SM (63), warga Kabupaten Kuningan, yang tertipu oleh pelaku berinisial RH (35), warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Ciwaru, karena diiming-imingi dapat lolos jadi PNS.

Modus operandi yang digunakan yakni pelaku mengaku dapat meloloskan anak korban menjadi seorang PNS. Meskipun gagal, dijanjikan pula ada kuota tambahan. Akan tetapi, sampai sekarang yang bersangkutan tidak lulus.

“Pelaku menjanjikan bisa menjadi PNS di salah satu kementrian yang ada di kita dengan meminta sejumlah imbalan tentunya. Akan tetapi, ternyata setelah hari demi hari, minggu demi minggu lewat, terus sampai lama-lama, apa yang disampaikan itu tidak terwujud. Uang sudah diberikan sekitar sejumlah 128 juta, akan tetapi tidak terwujud,” kata Hilman.

Menurut Hilman, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak tertipu dengan iming-iming bisa bekerja sebagai PNS melalui sistem pembayaran kepada seseorang.

“Hari gini masih ada bayar-bayar? Sekarang tuh tidak ada lagi seperti itu bayar-bayar. Kalau ada orang menjanjikan jadi pegawai negeri terutama, bukan honorer ya, di Pemda atau dimana, bahkan untuk bisa masuk jadi polisi, jangan percaya zaman sekarang. Ngga ada gitu-gitu lagi,” ujarnya.

Karena, lanjut Hilman, jika dengan sistem pembayaran maka uang itu hanya akan dimiliki oleh pelaku, sedangkan pelaku sendiri tidak dapat memberikan kuasa apapun karena harus mengikuti tes seleksi. Lebih ekstrim lagi, kata Hilman, jika tidak disuruh mengikuti tes seleksi tapi bisa mendapat surat keputusan PNS.

“Jadi tidak ada lagi sekarang yang gitu-gitu itu. Banyaknya pasti nipu nih kalau ada yang gitu-gitu, enggak ada lagi. Yang bisa nolongin kita meloloskan ya diri kita sendiri. Persiapkan materi yang akan dilaksanakan tes itu,” jelasnya.

Barang bukti yang disita dari kasus ini pun berupa rekening koran, bukti transfer perbankan, dan juga kwitansi pembayaran tunai.

Dan atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 378 Jo Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun. (TedyAgeng)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com














Berita Terkini

Categories