150
Friday, 22 May 2020 05:14 (dalam 1 minggu)    Tulis Komentar

Keabsahan Puasa Ramadhan Jika Tidur Sepanjang Hari

Keabsahan Puasa Ramadhan Jika Tidur Sepanjang Hari

Oleh : Buya Yahya
(Pengasuh LPD dan Ponpes Al-Bahjah Cirebon)

TIDUR mungkin menjadi pilihan sebagian orang untuk mengisi waktu sebelum berbuka puasa. Terlebih lagi puasa Ramadan 1441 Hijriah kali ini dijalani umat muslim saat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Di rumah saja membuat kebiasaan ngabuburit keluar rumah membuat sebagian orang menggisi waktu dengan istirahat tidur siang. Namun bagaimana apabila aktivitas tidur itu dilakukan sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka?

Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah hilang akal. Ada tiga hal yang termasuk dalam kategori hilang akal. Pertama gila, maka orang kalau gila batal puasanya, biarpun sebentar.

Kedua, pingsan, ayan. Puasanya dianggap batal kalau pingsannya sehari penuh. Sahur dia pingsan, kemudian sadar setelah wakktu buka, isya bangun. Maka pingsan ini membatalkan puasa.

Apabila orang pingsan tersebut sempat sadar meski kemudian kembali pingsa, maka puasanya tidak batal dan dianggap sah. Tapi kebalikan dari gila, kalau pingsan itu sempat sadar walaupun sebentar di siang harinya, maka puasanya dianggap sah.

Hilang akal yang ketiga adalah tidur. Kalau hukum tidur habis sahur tidur kemudian bangun isya, puasanya adalah sah. Tidur merupakan kategori hilang akal yang tidak membatalkan puasa.

Namun lain halnya dengan kewajiban salat. Salat adalah kewajiban setiap umat muslim. Apabila orang tersebut meninggalkan waktu salat karena ketiduran seharian maka ia berdosa.Meski tidur seharian maka puasa tetap dianggap sah.

Tema yang sangat berhubungan kuat dengan kebiasan masyarakat terutama manusia urban yang selalu tegang, depresi dan stres. Kecenderungan pola hidup yang sembarangan membuat manusia urban kehilangan keseimbangan.

Ternyata akar dari semua itu adalah kehidupan yang tidak Islami, yaitu pola hidup yang jauh dari tuntunan Nabi. Pola hidup yang baik dan nyaman adalah sebuah kebutuhan bagi manusia yang hidup di bumi.

Khususnya manusia yang hidup sebagai masyarakat urban yang tinggal di kota besar. Cepatnya laju perkembangan kota besar membuat masyarakat urban dituntut untuk berpacu untuk kehidupannya.

Salah satunya adalah pola tidur. Tidur adalah salah satu aktifitas yang menyenangkan. Saat tidur keadaan fisik kita akan menjadi tenang, rileks dan bugar.

Selain mengontrol emosi dengan tidur yang berkualitas kita dapat bersemangat dan fokus dalam kehidupan sehari-hari. Selain gaya hidup, tingginya tuntutan pekerjaan dan aktifitas sehari-hari menjadikan pola tidur kita terganggu.

Aktivitas tidur sangat personal karena berbeda pada individu. Tidur seseorang dipengaruhi oleh usia, pekerjaan dan temperamen.

Fakta bahwa orang yang berktivitas dengan otak memerlukan tidur yang lebih banyak daripada orang yang beraktivitas dengan fisik.

Pola tidur yang tidak sehat dapat menyebabkan emosi yang tidak stabil, lelah dan berkurangnya kemampuan berpikir. tidak sedikit yang mengidap penyakit tidur yang disebut insomnia.

Tidur adalah tanda kekuasaan Allah, merupakan aktivitas mengembalikan vitalitas istirahatkan tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak. Tidur hendaknya dipahami sebagai salah satu hikmah penciptaan siang dan malam.

Allah ciptakan siang untuk menebar kebaikan di muka bumi dan malam untuk berkontemplasi istirahat. Ini sudah diatur Islam dalam Firman Allah dalam Quran Surat Ar-Rum Ayat 23: di antara tanda-tanda-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya, yaitu tidur kalian di waktu malam dan tidur kalian di siang hari untuk beristirahat dari letihnya pekerjaan kalian. Di antara tanda-tanda-Nya bahwa Dia menjadikan siang agar kalian bergerak di muka bumi untuk mencari rezeki dari Rabb kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan dengan pendengaran yang penuh perhatian dan penerimaan."

Juga dalam surat An naba ayat 9: "Dan Kami jadikan tidur kalian sebagai jeda dari kegiatan agar kalian beristirahat?"

Lantas, bagaimana patokan tidur yang benar dalam Isalam? Berapa lama sebaiknya tidur? Cara mensyukuri nikmat tidur menunaikannya dengan benar. Dalam Islam tak ada patokan berapa lama. Bukan soal durasi tapi pada kualitas tidur.

Puasa Ramadhan Buya Yahya Ponpes Albahjah Kabupaten Cirebon

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait