1,100
Monday, 19 July 2021 17:39 (6 hari yang lalu)    Tulis Komentar

Kecewa Dengan PPKM Darurat, Bupati Kuningan Mendapat "Hadiah"

Kecewa Dengan PPKM Darurat, Bupati Kuningan Mendapat "Hadiah"

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Gabungan Masyarakat Kuningan yang diwakili oleh Paguyuban Pedagang Pasar Kepuh, Paguyuban Pedagang Pasar Ciawi, Formatku dan Kibar 19 menuntut Bupati Kuningan mencabut aturan-aturan PPKM Darurat yang dirasa menambah beban hidup masyarakat dan mengganti dengan aturan yang lebih berpihak pada masyarakat namun tetap mengutamakan kesehatan.

"Kami Masyarakat Kuningan yang dipersatukan dalam Gabungan Masyarakat Kuningan, mendukung penuh upaya pemerintah dalam menekan lonjakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan termasuk PPKM, namun dalam hal ini kami menuntut pemerintah agar tetap memenuhi hak-hak konstitusi rakyat yang diantaranya sesuai pasal 27 ayat (2) Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi : "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak" kata Perwakilan Formatku, Atang, Senin (19/7/2021).

Hal tersebut menurutnya, sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, listrik air dan lainnya.

Perwakilan Paguyuban Pasar Kepuh, Andi menyebut dalam audensi ini, pihaknya akan menyampaikan Ungkapan Lubuk Hati Lima Tuntutan Masyarakat (ULTIMATUM), yaitu Buka masjid dan selenggarakan Sholat Idul Adha dengan tetap menerapkan Prokes, Cabut pembatasan jam usaha dan Larangan makan ditempat, Hentikan penyekatan jalan, Laksanakan belajar tatap muka di sekolah dengan tetap menerapkan prokes dan Penuhi hak-hak masyarakat sesuai konstitusi.

Selain itu, dalam audensi yang dilaksanakan di Ruang Purbawisesa lingkup Pemda Kuningan, Bupati Kuningan H. Acep Purnama juga mendapat hadiah dari perwakilan masyarakat Kuningan berupa korek kuping, obat tetes mata dan sandal jepit.

Ketiga barang tersebut, diberikan Otong salah satu dari Kibar 19 sebagai pengingat akan tiga hal.

"Korek kuping, sebagai pengingat bahwa pemerintah, dalam hal ini Bupati bisa ‘membersihkan’ telinganya agar mendengar keluhan masyarakat. Obat tetes mata, simbol bahwa pemerintah harus senantiasa melihat jelas, apa yang terjadi di masyarakat, termasuk kesusahannya," jelas Otong.

Sedangkan sendal jepit, lanjut Otong, diberikan sebagai simbol bahwa semua orang tidak selamanya di atas. Semua dari bawah. Bupati diingatkan, bahwa dirinya juga berasal dari masyarakat bawah sebelum akhirnya menjabat.

Tiga barang tersebut pun diberikan secara simbolis dengan dibungkus plastik bening dan diterima langsung oleh Bupati H Acep Purnama. (Abel Kiranti)

PPKM Darurat Bupati Kuningan

Komentar

Berita Terkait