Kecewa Hasil Sidak Toko Modern, Gasak : ‘Tim Wasdal Seperti Macan Ompong’

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-01-11 14:21:31+07

Kecewa Hasil Sidak sfsfs.jpg

Sekjen Gerakan Satu Kuningan Dadan Prasunardiansyah.

 

Kuningan – Sekertaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Satu Kuningan (Gasak) Dadan Prasunardiansyah, mengaku kecewa dengan hasil inpeksi mendadak (sidak) oleh tim pengawasan dan pengendalian (Wasdal) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan terhadap salah satu toko modern yang terletak di Jalan Raya Bandorasa, Kecamatan Cilimus, beberapa waktu lalu.

“Pasca sidak terkait operasional Indomart Bandorasa dari Tim Wasdal, Gasak kecewa terhadap hasil sidak,” ungkap Dadan kepada bingkaiwarta.com, Sabtu (11/1/2020).

Padahal, kata Dadan, sudah jelas terjadi banyak ketidakpatuhan pengusaha toko modern tersebut terhadap regulasi yang ada. Khususnya, Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Penataan, Pembinaan, Pusat Perbelanjaan, Pasar Tradisional dan Toko Modern.

Menurut dia, selain karena memang banyak pedagang tradisional yang dirugikan akibat keberadaan toko modern, khusus di daerah Bandorasa yang berizin 24 jam pihaknya tidak menemukan program kemitraan dalam bentuk kerja sama pemasaran, penyediaan tempat usaha, dan penerimaan produk-produk UMKM atau galeri produk daerah.

“Ini merupakan pelanggaran prinsip yang harus disikapi bersama. Padahal tegas di Perda ada sanksi administrasi dan pidana sesuai Pasal 37 dan 38 Perda 11 tahun 2011,” tegasnya.

Pasal itu berbunyi Pasal 37 ayat (1) Setiap orang atau badan usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 9 ayat (2), 10, 20, 21, 25, 33 dan 36 diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak 50 juta rupiah. Ayat (2) tindak pidana yang dimaksud ayat 1 adalah pelanggaran.

Kemudian, Pasal 38 ayat (1) selain dikenakan ancaman pidana sebagaimana dimaksud Pasal 38 dapat dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan rekomendasi pencabutan izin usaha.

“Kami menilai Tim Wasdal seperti macan ompong. Padahal banyak pedagang tradisional dirugikan terkait keberadaan toko modern ini, khususnya Indomart Bandorasa,” kata Dadan.

Disamping itu, Dadan juga kecewa dengan pemberian izin operasi 24 jam toko modern di Bandorasa atas alasan dekat dengan rumah sakit.

“Padahal kita tahu wilayah Cilimus merupakan daerah wisata. Sudah sepatutnya toko modern Indomaret Bandorasa memasang etalase produk-produk daerah agar bisa dipromosikan kepada pengunjung yang sedang berwisata di wilayah sekitar Bandorasa,” ujarnya.

Atas kondisi ini, pihaknya akan segera melaporkan pemilik toko modern kepada Bupati Kuningan agar mencabut izin dan akan melaporkan ke penegak hukum atas kaitan dengan pelanggaran Perda.

Sementara itu, ketika tim bingkaiwarta.com mengonfirmasi kepada Tim Wasdal DPMPTSP, belum ada tanggapan. (TedyAgeng)

11 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com














Berita Terkini

Categories