Kepolisian Belum Bisa Simpulkan Penyebab Kematian Lurah Windusengkahan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-10-10 15:53:27+07

Reza Pahlevi.jpg

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan AKP Reza Pahlevi, didampingi jajarannya, pada konferensi pers di Mapolres Kuningan, Kamis (10/10/2019).

 

Kuningan – Meskipun Kepolisian Resor (Polres) Kuningan telah memeriksa saksi dan melakukan olah TKP di hotel tempat tewasnya Lurah Windusengkahan R. Iwan Arusdiawan W, akan tetapi kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan AKP Reza Pahlevi, mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya masih mencari tahu penyebab kematian korban dengan menyelidiki sejumlah petunjuk yang didapat dari pemeriksaan saksi dan olah TKP itu.

“Dalam perjalanan penyidikan kita masih mencari tahu penyebab dari kematian. Karena dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keluarga, baik itu anak, istri, kakak, bahwa korban ini memiliki riwayat sakit jantung, juga dalam terapi obat khusus, memang rutin,” kata Reza, dalam konferensi pers di Mapolres Kuningan, Kamis (10/10/2019).

Selain itu, lanjut Reza, dari hasil visum luar yang dilakukan oleh pihak Polres Kuningan dan RSUD 45 Kuningan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya saja, dari mulut korban ditemukan jejak cairan berwarna kecoklatan yang diduga merupakan darah yang sudah mengering.

“Dan memang kita temukan kondisinya (darah) sudah kering, karena sudah terlalu lama, sudah terkontaminasi dengan serangga-serangga. Jadi memang kita temukan serangga sudah banyak mengerubungi jejak darah tersebut,” tuturnya.

Reza menduga cairan itu keluar karena reaksi kimia di dalam tubuh. Mengingat berdasarkan pengalaman selama ia bertugas, jika satu jasad meninggal lebih dari 8 jam maka dari setiap rongga akan keluar cairan.

Sehingga, kata Reza, dengan hasil dari visum luar itu pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Atau dalam kata lain jenazah harus diotopsi. Namun proses ini mendapat penolakan dari pihak keluarga.

“Untuk keluarga memang menolak untuk dilakukan otopsi. Kita sudah bertemu keluarga menerangkan dan menjelaskan, mereka pada keputusannya untuk menolak. Kita lakukan lagi pendekatan, tetap mereka mau agar jenazah segera dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Kita coba  yakinkan lagi beberapa pertemuan kita, tetap bulat dari pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi kepada korban,” tuturnya. (TedyAgeng)

Baca Juga : Fakta-fakta Kematian Lurah Windusengkahan di Kamar Hotel, Ditemukan Cincin Diduga Milik Perempuan

10 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories